APA ARTI KECEMASAN NEUROTIK (ANXIETY NEUROTIC)?
Ketika hidup seseorang berada dalam bahaya; orang tersebut akan merasakan kecemasan objektif, (objective anxiety) atau kecemasan realistik, yaitu reaksi ego, menurut Freud, terhadap bahaya di dunia luar. Orang yang kepribadiannya tidak berkembang sepenuhnya, mungkin karena terfiksasi pada satu atau tahap lainnya, dapat mengalami kecemasan neurotih (neurotic anxiety), suatu rasa takut yang tidak realistis dan tidak ada kaitannya dengan ancaman dari luar diri. Freud pada awalnya menganggap kecemasan neurotis berakar dari hambatan atau represi terhadap impuls-impuls bawah sadar; seseorang yang takut pada tempat sempit, contohnya, mengalami kecemasan neurotik karena dia menekan kebutuhan terhadap kedekatan.

Setelah itu, Freud memandang kecemasan neurotik secara cukup berbeda, bukan berakar dari kurangnya ekspresi impuls-impuls bawah sadar, namun muncul dari ketakutan terhadap konsekuensi yang berbahaya yang mungkin diterima bila mengekspresikan impuls id yang sebelumnya ditekan. Anak laki-laki yang takut pada tempat terbuka sesungguhnya takut mengekspresikan hasratnya terhadap seks dan keintiman, suatu hasrat yang mungkin dicela atau dicegah di masa kecilnya. Gadis yang takut pada kekotoran dan secara obsesif membersihkannya sesungguhnya takut pada ketertarikannya di masa kecil terhadap tinjanya yang berserakan, mungkin diakibatkan oleh orang tuanya yang sangat ketat dan tidak suka atau jijik ketika dia melakukan-toilet training. Mungkin karena pandangan awal Freud yang menganggap bahwa represi impuls id akan menyebabkan kecemasan neurotik, kita sering mendengar tudingan bahwa para pengikut Freud berkhotbah tentang pemuasan impuls-impuls sebanyak mungkin agar seseorang tidak menjadi neurotik. Namun, bukan itu masalahnya. Ketidaksadaran atas konflik yang dialami menjadi inti kecemasan neurotik, dibanding sekadar merasa enggan, tidak ingin, atau tidak mampu mengurangi tuntutan id. Seorang pendeta dan biarawati Katolik yang tidak menikah, contohnya, dianggap tidak memiliki kemungkinan menderita neurosis karena mereka secara sadar mengenali kecenderungan seksual atau agresifnya. Orang-orang seperti itu tidak harus bertindak berdasarkan kebutuhan yang dirasakan untuk menghindari kecemasan neurotik.

Filed under : Bikers Pintar,