SISTEM MONETER EROPA DAN BANK INVESTASI EROPA

130 views

EUROPEAN INVESTMENT BANK / BANK INVESTASI EROPA adalah suatu lembaga yang didirikan pada tahun 1958 bersamaan dengan pembentukan MASYARAKAT EROPA (EUROPEAN COMMUNITY) untuk memberikan skema bantuan keuangan dan proyek-proyek yang dirasa menguntungkan dalam mempromosikan penyatuan ekonomi dari Masyarakat Eropa. Bersama-sama dengan european regional development fund, Bank ini adalah sumber dana yang penting bagi pembangunan kawasan yang miskin dari Masyarakat Eropa. Bank juga menyediakan dana untuk negara-negara miskin. Lihat REGIONAL POLICY.

EUROPEAN MONETARY SYSTEM (EMS) / SISTEM MONETER EROPA adalah suatu pengaturan institusional yang didirikan pada tahun 1979 untuk mengkoordinasi dan menstabilkan NILAI TUKAR (EXCHANGE RATES) dari negara-negara anggota MASYARAKAT EROPA (EUROPEAN COMMUNITY/EC) . EMS didasarkan pada MEKANISME NILAI TUKAR TETAP (FIXED EXCHANGE RATE) yang digunakan untuk menilai kurs dengan dasar yang sama dan juga berundak sebagai aset cadangan yang dapat dipakai oleh negara anggota bersama-sama dengan CADANGAN INTERNASIONAL (INTERNATIONAL RESERVE) lain yang dimilikinya, untuk memperbaiki ketidakseimbangan antara mereka. European Monetary System diatur oleh European Monetary Cooperation Fund (EMCF). Di bawah mekanisme nilai tukar dari EMS (ERM), setiap mata uang negara ditentukan nilai pari tengah yang tetap yang ditentukan dengan ukuran ECU dan nilai tukar antar-mata uang yang dapat bergerak dalam batas nilai pari tersebut, yang dikendalikan oleh suatu JARINGAN KESEIMBANGAN (PARITY GRID) dan UKURAN PERBEDAAN (DIVERGENCE INDICATOR). Jaringan keseimbangan memperbolehkan suatu nilai mata uang berubah sampai batas 2,25% dari nilai tengahnya (naik turun), dalam keadaan luar biasa sampai batas 6%. Apabila nilai mata uang begerak di luar batasnya maka ukuran perbedaan dipakai, yang mengharuskan bank sentral dari negara yang bersangkutan campur tangan dalam pasar kurs atau memakai kebijaksanaan domestik yang sesuai (sebagai contoh, mempengaruhi tingkat bunga) dalam rangka menstabilkan nilai tukar. Apabila European Monetary Cooperation Fund (EMCF) merasa bahwa nilai tengah terlalu rendah atau terlalu tinggi terhadap mata uang lainnya, maka negara dapat melakukan devaluasi (lihat DEVALUATION) atau revaluasi (lihat REVALUATION) terhadap mata uangnya, yang akan menetapkan kembali tingkat tengah keseimbangan yang baru. Dewasa ini (awal tahun 1993), tiga negara, Yunani, Inggris dan Italia, berada di luar ERM ini. European Currency Unit (ECU), tidak seperti aset cadangan lainnya seperti emas, tidak mempunyai kehidupan yang nyata dari uangnya sendiri. ECU diciptakan oleh European Monetary7 Cooperation Fund dalam sistem moneter Eropa sebagai pengganti pembayaran dengan emas atau aset
cadangan lainnya oleh anggota dan dalam bentuk pencatatan dalam suatu pembukuan khusus yang dikelola oleh European Monetary Cooperation Fund. Nilai dari ECU adalah nilai tertimbang dari mata uang nasional negara-negara anggota. Pada saat ini dalam ukuran stering bernilai kira- kira 65 peni. Pada mulanya Inggris menolak untuk bergabung dalam Exchange Rate Mechanism (ERM) tetapi kemudian secara bertahap memakai sistem tersebut pada bulan Oktober 1990, dengan menetapkan nilai tengah terhadap Mark Jerman (mata uang yang paling tinggi dalam ERM) dengan £1 = 2.95 DM. Inggris menarik diri dari ERM pada tahun 1992 setelah spekulasi yang diperpanjang terhadap £ yang telah merosot sampai pada ‘lantai’ paling bawah sebesar 2.77 DM, menolak untuk melakukan devaluasi dalam ERM dan lebih menyetujui pergerakan pasar nilai tukar yang mengambang dari mata uang (lihat FLOATING EXCHANGE RATE SYSTEM). Peristiwa ini, bersama-sama dengan penarikan diri lebih dahulu oleh lira Italia dari ERM, menggambarkan salah satu kekurangan dari sistem nilai tukar tetap, seperti tendensi dari tingkat yang ‘ditetapkan’ di luar garis tendensi pasar yang mendasarinya dan sebagai alasan yang kuat untuk berspekulasi terhadap mata uang yang lemah.
Namun demikian dalam jangka panjang telah direncanakan (proposal Delors, yang sekarang telah diformalkan dalam (TREATY MAASTRICHT) ) bahwa EC akan bergerak mengarah pada penyatuan moneter bertahap melalui (a) pada tahap permulaan, penyesuaian tingkat nilai tukar yang lebih besar sebagai persyaratan bagi semua negara anggota untuk bergabung dalam mekanisme nilai kurs, (b) pendirian BANK SENTRAL, SISTEM EROPA (EUROPEAN SYSTEM OF CENTRAL BANK) untuk menetapkan kebijakan moneter yang terpadu yang akhirnya mengarah pada (c) penggantian mata uang negara anggota dengan mata uang tunggal masyarakat Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *