PENGERTIAN NIPPON KOGAKU

124 views

PENGERTIAN NIPPON KOGAKU (HA) – Suatu aliran filsafat Konfusianisme di Jepang yang bertujuan kembali pada ajaran awal Konfusius. Aliran ini merupakan lanjutan gerakan Wang Yang Ming (Oyomei di Jepang) yang melawan ortodoksi Chu Hsi dalam Konfusianisme.

Adapun tokoh aliran Kogaku(Ha), di antaranya, (1) Yamaga Soko (1622-1685), seorang ahli militer yang tertarik dengan persenjataan dan taktik Eropa. Dalam usahanya membangun satu etika sesuai dengan praju­rit sejati, dia berikhtiar untuk kembali pada ajaran Konfusius asli yang menurutnya lebih dekat dengan feodalisme Jepang daripada masyarakat birokratis neo-Konfusianis Sung. Yamaga mempunyai andil da­lam menciptakan “Bushindo”, suatu kode lengkap dan komprehensif dari tindak laku samurai. Karena pandangannya dianggap tidak ortodoks, ia dibuang ke Ako, sebelah barat Honshu. Di sana dia menjadi seo­rang guru yang menamakan dirinya pemimpin dari Empatpuluh Tujuh Ronin (serdadu bebas), dan men­dapat penghargaan karena keteladanannya; (2) Ito Jinsai (1627-1705), yang secara tegas menolak rein­terpretasi Konfusionisme.

Tidak seperti Yamaga So­ko, Ito Jinsai Jebih tertarik kepada seni militer dan memberi tekanan khusus paJa kebajikan Konfusian, yakni perbuatan baik atau cinta (yen); (3) Ogyu Sorai (1666-1728), yang menolak baik neo-Konfusianisme maupun pendekatan Ito Jinsai, dan berkeinginan kem­bali ke masa sebelum Konfusius, yakni Lima Klasik dalam tradisi China (Shing, Ching, Shu Ching, I Ching, Ch’un Ch’iu, Li Chi), yang kemudian diubah­nya menjadi Enam Klasik dengan menambahkan mu­sik klasik. Ogyu membanggakan diri sebagai sarjana Cina yang mempengaruhi seluruh segi kehidupannya menjadi serba Cina. Hal ini tampak sangat ekstrem dalam tulisan muridnya yang terkenal, Dazai Shundai (1680-1747). Di lain pihak Ogyu bukan sarjana teks­tual belaka. Dia berkeras menghadapi tantangan Mencius, terlebih tantangan Hsun Tzu, mengenai keyakin­annya bahwa manusia yang pada dasarnya jahat harus dikendalikan dengan institusi legal secara ketat. Dia uga seorang utilitarian ulet, yang percaya dan yakin bahwa ritus atau tata cara dalam konfusianisme dibe­narkan jika mempunyai manfaat sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *