Advertisement

ADAT PERKAWINAN DAERAH DAYAK, Suku bangsa Dayak di Kalimantan mempunyai adat dan upacara perkawinan yang hingga kini masih tetap terpelihara. Suku bangsa Dayak memang terbagi atas beberapa anak suku, antara lain Dayak Ngaju, Ma’anyan, Katingan, Ot Siang, Ot Danum, dan beberapa anak suku lainnya. Di antara mereka ada beberapa perbedaan adat, namun lebih banyak persamaannya. Pelanggaran yang ditabukan itu, menurut kepercayaan orang Dayak, akan menimbulkan kemarahan Tuhan dan mendatangkan musibah bukan hanya pada kedua pelanggarnya, tetapi seisi kampung. Itulah sebabnya semua warga kampung merasa berkewajiban menyaksikan upacara menebus dosa itu.

Pada dasarnya, asalkan tetap berpegang pada aturan adat, pergaulan antara pemuda dan pemudi Dayak cukup bebas. Seorang gadis Dayak bahkan boleh saja kawin dengan pemuda suku bangsa lain, asalkan pemuda itu bersedia tunduk pada adat Dayak. Tetapi, pergaulan antara muda mudi diberi batas : semua harus dilakukan di hadapan orang lain, jadi ada saksinya. Mereka baru dianggap melanggar adat kalau dijumpai berduaan di tempat sepi. Apa lagi bila yang berduaan itu seorang suami dengan seorang gadis atau seorang perjaka dengan isteri orang. Hukuman yang harus mereka jalani adalah hukuman denda atau, menurut istilah Dayak Ngaju, hukum singer.

Advertisement

Pada dasarnya, orang tua suku bangsa Dayak berperanan penting dalam mencarikan jodoh bagi anak mereka, baik anak lelaki maupun anak perempuan. Namun mereka cukup bijaksana, dengan menanyakan lebih dahulu pada anaknya, apakah ia suka dijodohkan dengan calon yang mereka pilihkan. Pertanyaan ini umumnya diajukan kalau si pemuda sudah berumur sekitar 20 tahun dan si gadis sudah berumur lebih dari 17 tahun.

Kalau antara orang tua dan anak sudah ada kesepakatan mengenai pilihan jodoh ini, ayah si pemuda akan datang meminang gadis itu. Pada waktu datang meminang, keluarga pihak pria menyerahkan semacam biaya lamaran yang mereka sebut hakumbang auh. Pada orang Dayak Ngaju umumnya mas kawin itu berbentuk uang, namun boleh juga berbentuk perhiasan. Jawaban terhadap lamaran ini tidak segera diberikan. Pihak wanita harus diberi waktu untuk meneliti keadaan si pemuda.

Mengenai si pemuda biasanya hanya diteliti dua hal. Pertama, yang paling penting, apakah pemuda itu benar-benar manusia, dan bukan hantuen, atau hantu jadian. Penelitian ini penting bagi mereka, karena masyarakat Dayak mempercayai adanya makhluk dua alam, yaitu setengah manusia dan setengah makhluk halus.

Yang kedua, apakah pemuda itu bukan keturunan budak. Dahulu, beberapa ratus tahun yang lalu, suku bangsa Dayak mengenal sistem perbudakan. Kalau dua syarat itu tidak dipenuhi, lamaran ditolak dan biaya lamaran akan dikembalikan utuh. Tetapi kalau lamaran diterima, utusan pihak wanita akan datang untuk membicarakan soal hari perkawinan. Pada orang Dayak Ngaju dibicarakan juga besarnya mas kawin atau yang dituntut keluarga wanita. Mas kawin di kalangan suku bangsa Dayak biasanya tinggi sekali, karena besarnya mas kawin dianggap sebagai martabat keluarga pihak wanita. Namun sedapat-dapatnya, mas kawin yang memberatkan itu akan dipenuhi keluarga pihak pria. Pihak wanita pun sadar bahwa tuntutan mereka memberatkan. Itulah sebabnya, banyak keluarga wanita yang kemudian mengembalikan sebagian mas kawin pada keluarga pihak pria secara diam-diam, beberapa hari setelah upacara perkawinan dilangsungkan.

Upacara perkawinan suku bangsa Dayak sepenuhnya ditanggung oleh keluarga pihak wanita. Yang selalu dipotong pada pesta perkawinan itu adalah babi sebanyak beberapa ekor. Memotong ayam untuk hidangan dianggap hina.

Pada upacara perkawinan pengantin pria biasanya menghadiahkan berbagai tanda kenangan berupa barang antik kepada abang mempelai wanita, sebagai pernyataan terima kasih karena selama ini abang itu telah mengasuh calon isterinya. Tanda kenangan yang oleh orang Dayak Ot Danum disebut sapput itu berupa piring keramik Cina, gong antik, meriam kecil kuno, dll.

Incoming search terms:

  • menikah dengan wanita suku dayak
  • gadis dayak
  • cewek dayak
  • wanita suku dayak
  • adat perkawinan suku dayak disebut
  • adat perkawinan suku dayak
  • wanita dayak
  • upacara perkawinan suku dayak
  • menikah dengan gadis dayak
  • Syarat menikahi gadis dayak

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • menikah dengan wanita suku dayak
  • gadis dayak
  • cewek dayak
  • wanita suku dayak
  • adat perkawinan suku dayak disebut
  • adat perkawinan suku dayak
  • wanita dayak
  • upacara perkawinan suku dayak
  • menikah dengan gadis dayak
  • Syarat menikahi gadis dayak