Advertisement

Secara khusus istilah agama menunjuk pada sebuah institusi (lembaga) dengan sekelompok orang-orang yang berkumpul secara teratur untuk suatu ibadat dan menerima seperangkat ajaran yang menawarkan cara menghubungkan individu dengan sesuatu yang dipandang sebagai hakikat terdalam, tertinggi kenyataan.

Dilihat dari dasar hidup manusia—manusia menurut kodratnya terarah kepada hidup bermasyarakat maka agama tidak bisa hanya menjadi persoalan pribadi dan individu. Pada kenyataannya agama juga selayaknya didorong oleh komunitas. Karena agama berada dalam komunitas, kehidupan religius mencapai perkembangan yang penuh dalam komunitas.

Advertisement

Semangat atau segi subyektif dari agama yakni sebagai fakta dan sikap pribadi, bertalian erat dengan segi obyektif, umum, yang terlihat dalam doktrin, lembaga-lembaga, komunitas beragama, kebiasaan religus.

Advertisement