Advertisement

Nilai mutlak itu sering disebut numinous atau yang kudus. Tidak ada alasan pokok untuk menolak nama ini. Tetapi tidak boleh diartikan bahwa dengan demikian agama adalah sesuatu yang rasional, tetapi yang terpisah sama sekali dari pengetahuan. Tetap ada pengetahuan dalam mengalami yang mutlak itu, tetapi bukan pengetahuan yang bersifat diskursif, atau hasil penalaran melainkan pengetahuan yang bersifat intuitif.

Agama membutuhkan ekspresi, ungkapan entah dengan kata-kata atau perilaku atau simbol-simbol tertentu. Alasannya, agama adalah untuk manusia yang mempunyai tubuh dan perasaan. Dengan demikian agama menciptakan bagi dirinya sendiri ungkapan- ungkapan yang kelihatan dalam bidang kata-kata, perilaku dan simbol-simbol. Karena alasan ini, agama yang murni internal, spiritual berlawanan dengan kodrat manusia dan tidak dapat berlangsung lama. Begitu juga hal yang paling lahiriah belaka tanpa perasaan-perasaan batin yang terkait memperlihatkan tanda-tanda kematian agama sejati.

Advertisement

 

Advertisement