Advertisement

Roman pendek karangan Hamka yang diterbitkan Balai Pustaka tahun 1938. Roman ini sangat populer dan beberapa kali dicetak ulang. Sebenarnya roman ini hanyalah cerita tentang percintaan yang mengalami kegagalan karena harta warisan, tema yang sering dijumpai dalam roman Balai Pustaka umumnya. Ka’abah dan Islam hanya digunakan sebagai latar belakang.

Isi roman dikisahkan dengan teknik sorot balik dan mengambil tempat kejadian di Mekah tahun 1927. Hamid secara diam-diam mencintai Zainab, begitu juga sebaliknya, walaupun orang tua Zainab menganggap keduanya sebagai “kakak-adik”. Anggapan itu disebabkan karena Hamid yang yatim, dibiayai untuk sekolahnya dan dianggap anak sendiri oleh ayah Zainab. Ibu Hamid yang miskin mengetahui percintaan anaknya, maka sebelum meninggal ia berpesan agar Hamid memutuskan percintaannya dengan Zainab karena Hamid telah dibiayai dan keluarga Zainab tergolong kaya. Setelah ayah Zainab meninggal, ibu Zainab menghendaki agar Zainab menerima lamaran keponakannya dengan tujuan agar kekayaan tak jatuh ke tangan orang lain. Untuk melupakan cintanya yang kandas, Hamid pergi belajar ke Mekah. Di Mekah Hamid mengetahui bahwa Zainab masih mencintainya, dan setelah menolak lamaran secara halus ia meninggal akibat menanggung beban asmara. Mengetahui hal itu Hamid pun meninggal di tengah ribuan umat, di bawah lindungan Ka’abah.

Advertisement

Advertisement