Advertisement

ANALOGI YANG-ADA (PENGADA)

Inggris: analogy of being; Latin: analogia entis.

Advertisement

1. Konsep sentral dalam metodologi metafisika Skolastik. Analogi pengada berarti segala sesuatu yang mempunyai eksistensi (obyek material, gejala atau gagasan) memiliki persamaan sekaligus perbedaan dengan yang lain. Filsafat menggunakan prinsip ini untuk membangun tangga hirarki dari yang-ada. Metafisika Skolastik (Thomas Aquinas dan E. Przywara dan lain-lain pada zaman sekarang) berpendapat seperti berikut. Sejauh yang utama dan yang menentukan dalam analogi yang-ada adalah persamaan, keseragaman, maka hanya daya dari luar, daya adikodrati, Allah, dapat menjadi sebab, sumber pertama dari keberagaman kualitatif Ada. Karena dalam daya dari luar, daya adikodrati, dalam Allah semua perbedaan menyatu. Maka, yang mutlak dalam konsep analogi yang-ada, ialah identitas dan persamaan obyek-obyek dan gejala-gejala. Dan perbedaan-perbedaan kualitatifnya direduksi pada perbe- daan-perbedaan kuantitatif. Konsep ini diperkenalkan ke dalam Skolastisisme Abad Pertengahan.

2. Dalam analogia entis ( analogi yang-ada”) kaum Skolastik, asumsi adanya derajat kesempurnaan menyediakan sarana untuk berar- gumentasi dari kasus yang satu ke yang lain pada tingkat- tingkat yang-ada yang berbeda-beda, dan akhirnya kepada yang-ada yang sempurna.

3. Bagi Barth, analogia entis diganti oleh analogia fidei (analogi iman), sebab kebenaran religius merupakan pemberian Allah.

Incoming search terms:

  • apa analogi entis dalam metafisik
  • analogis entis dalam metafisika
  • analogis entis metafisika
  • pengertian entis Allah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • apa analogi entis dalam metafisik
  • analogis entis dalam metafisika
  • analogis entis metafisika
  • pengertian entis Allah