Advertisement

Dibedakan antitesis luar, atau eksternal dan antitesis dalam atau internal. Yang terdahulu merupakan tingkat ekstrim perbedaan aspek-aspek, obyek-obyek atau proses-proses, yang tidak mempunyai hubungan intern satu dengan yang lain, tetapi sekaligus mempunyai ciri-ciri yang sama. Misalnya warna dua buah meja hitam dan putih berlawanan dan tidak dengan sendirinya berhubungan dengan keberadaannya sebagai meja. Yang belakangan mengandaikan adanya hubungan niscaya internal, yakni kesatuan internal dari aspek-aspek, obyek-obyek dan proses-proses yang bertentangan.

Advertisement
Advertisement