APA ARTI GENETIKA PERILAKU? – Ketika ovum, sel reproduksi wanita, bertemu dengan spermatozoa milik pria, maka zigot, atau telur yang subur, terbentuk. Zigot memiliki 46 kromosom, jumlah yang menjadi karakteristik manusia. Setiap kromosom terdiri dari ribuan gen, yaitu pembawa informasi genetik (DNA) yang berasal dari orang tua kita.Genetika perilaku adalah studi mengenai perbedaan perilaku individual yang sebagian disebabkan perbedaan struktur genetik. Struktur genetik total individu, terdiri dari berbagai gen yang diwariskan, disebut genotip. Genotip seseorang merupakan formasi genetiknya yang tidak dapat diamati. Secara kontras, totalitas karakteristik yang dapat diamati dan bersifat behavioral, seperti tingkat kecemasan, disebut sebagai fenotip. Genotip merupakan bawaan sejak lahir, namun tidak boleh dianggap sebagai suatu entitas statik. Gen yang mengendalikan berbagai fitur perkembangan berubah-ubah pada waktu-waktu tertentu, sebagai contoh, untuk mengendalikan berbagai aspek perkembangan fisik.

Fenotip berubah sepanjang waktu dan secara umum dianggap sebagai produk interaksi antara genotip dan lingkungan. Sebagai contoh, seseorang mungkin dilahirkan dengan kapasitas intelektual yang tinggi, namun perkembangan potensi genetik tersebut akan tergantung pada berbagai faktor lingkungan seperti pola asuh pendidikan. Oleh karena itu, setiap pengukuran intelegensi paling baik bila dipandang sebagai suatu indeks fenotip.Penting untuk dipahami bahwa berbagai sindrom klinis merupakan gangguan fenotip, bukan genotip. Dengan demikian, tidak benar jika dikatakan bahwa skizofrenia atau gangguan anxietas langsung runkan; utamanya, hanya genotip gangguan tersebut yang diturunkan. Apakah genotip tersebut akhirnya menyebabkan gangguan perilaku fenotipik akan tergantung pada lingkungan dan pengalaman; suatu predisposisi, yang juga disebut diathesis, mungkin diturunkan, namun bukan gangguan itu sendiri. Studi tentang genetika perilaku dilandasi empatmetode dasar untuk mengungkap apakah suatu predisposisi genetik untuk psiko-patologi diturunkan—dengan membandingkan antara anggota keluarga, antara orang kembar, penelitian terhadap orang-orang yang diadopsi, dan analisis hubungan.Metode heluarga dapat digunakan untuk mempelajari predisposisi genetik di antara anggota keluarga karena rata-rata jumlah gen yang dimiliki dua saudara sedarah dapat diketahui. Anak-anak menerima separuh gen mereka secara acak dari ibu dan separuhnya dari ayah sehingga secara rata-rata saudara kandung, orang tua, dan anak-anak memiliki 50 persen latar belakang genetik yang identik. Orang-orang yang memiliki 50 persen kesamaan gen dengan orang lain disebut saudara lapis pertama dengan orang tersebut. Saudara yang tidak terlalu dekat memiliki lebih sedikit kesamaan gen.

Contohnya, keponakan memiliki 25 persen kesamaan gen dengan paman, dan disebut saudara lapis kedua. Jika predisposisi suatu gangguan mental dapat diturunkan, studi terhadap keluarga dapat mengungkap hubungan antara jumlah gen yang sama dan prevalensi gangguan pada orang-orang yang memiliki hubungan saudara. Titik awal dalam penelitian semacam itu adalah pengumpulan suatu sampel individual yang menerima diagnosis yang akan diuji. Orang-orang ini disebut kasus indeks C (index cases), atau proband. Kemudian anggota keluarga diteliti untuk menentukan frekuensi kemungkinan terjadinya diagnosis yang sama pada mereka. Jika terdapat predisposisi genetik dari gangguan yang diteliti, saudara lapis pertama dalam kasus indeks akan mengalami gangguan pada tingkat yang lebih tinggi dibanding populasi umum. Hal ini terjadi dengan skizofrenia: sekitar 10 persen saudara lapis pertama dalam kasus indeks di mana terdapat kasus skizofrenia didiagnosis mengalami gangguan ini dibanding dalam populasi umum yang hanya sekitar 1 persen.

Filed under : Bikers Pintar,