APA ITU KONSEP DISFUNGSI BERBAHAYA DARI WAKEFIELD?

98 views

Dalam sebuah tulisan yang berpengaruh dan dibahas secara luas, Wakefield (1992) mengemukakan bahwa gangguan mental dapat didefinisikan sebagai disfungsi berbahaya. Penting untuk dicatat bahwa definisi tersebut terdiri dari dua bagian: penilaian bobot—yaitu bagian “berbahaya” dari definisi tersebut dan komponen objektif ilmiah—bagian “disfungsi”.

Gangguan mental didefinisikan, sebagian, oleh Wakefield sebagai perilaku berbahaya. Jelasnya, penilaian bahwa suatu perilaku dianggap berbahaya memerlukan beberapa standar dan standar tersebut mungkin tergantung pada nilai-nilai sosiokultural. Disfungsi dianggap terjadi bila suatu mekanisme internal tidak mampu berfungsi seperti seharusnya. Dengan mendasarkan sebagian dari definisi tersebut pada teori evolusioner, Wakefield berharap .dapat memberikan komponen objektif dan ilmiah dalam definisi gangguan mental.

Dalam ilmu kedokteran, disfungsi sering kali dapat diidentifikasi secara lebih langsung. Sebagai contoh, penyumbatan pembuluh darah menghambat aliran darah sehingga meningkatkan penyakit kardiovaskular. Pembuluh darah berfungsi mengalirkan darah dan penyumbatan akan menyebabkan pembuluh darah gagal melakukan fungsi alaminya. (Penyakit kardi-ovaskular juga berbahaya sehingga sesuai dengan kedua kriteria Wakefield.) Pertanyaan yang penting adalah apakah disfungsi dapat didefinisikan dengan sangat mudah dan secara objektif dalam bidang gangguan mental. Berbagai kritik mengatakan tidak demikian (misal, Houts, 2001; Kirmayer & Young, 1999; Lilienfield & Marino, 1999).

Salah satu kesulitannya adalah bahwa dalam gangguan mental kita tidak mengetahui secara pasti disfungsi apa yang terjadi. Mekanisme mental atau biologis yang tidak berfungsi dengan benar sebagian besar tidak dapat diketaliui. Wakefield (1999) mengakui poin tersebut, sebagian, mengacu pada disfungsi yang mungkin terjadi dan bukan pada yang terbukti terjadi. Kami juga mempunyai beberapa hipotesis tentang mekanisme disfungsional yang mungkin terjadi (sebagai contoh, depresi disebabkan oleh perasaan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan; skizofrenia disebabkan oleh aktivitas dopamin yang berlebihan), namun disfungsi yang mungkin berkaitan dengan gangguan mental jelas memiliki status ilmiah yang berbeda dengan bidang medis. Dan juga mengalami kesulitan dalam memutuskan mana yang mungkin dan tidak mungkin terjadi. Dengan demikian, kita berada dalam situasi di mana kita menilai satu atau serangkaian perilaku membahayakan, tanpa mengetahui penyebabnya dan kemudian memutuskannya sebagai gangguan mental karena kita yakin bahwa terjadi malfungsi beberapa mekanisme internal (yaitu, terdapat disfungsi). Bertentangan dengan argumen Wakefield, konsep disfungsi merupakan suatu hipotesis dan tidak memberikan suatu definisi gangguan mental yang objektif dan ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *