Advertisement

Seorang ahli antropologi bangsa Amerika pernah mengatakan, bahwa pokok-pokok yang tercakup pleh antropologi “dibatasi hanya oleh manusia”. Dalam pernyataan yang sederhana itu Alfred Kroeber memberi penghargaan kepada ruang lingkup yang sangat luas dari pengetahuan yang dicakup oleh ilmu antropologi. Jenis mahluk yang disebut Homo Sapiens memang merupakan satu pokok yang sangat luas, karena meliputi manusia sebagai makhluk fisik, manusia dalam masa prasejarahnya dan manusia dalam sistem kebudayaannya, yaitu sebagai pewaris suatu sistem yang kompleks, yang terdiri dari adat-adat, sikap-sikap dan pelaku. Secara harafiah dalam bahasa Yunani kata antropos berarti “manusia” dan logos berarti “studi” jadi antropologi merupakan suatu disiplin yang berdasarkan rasa ingin tahu yang tiada henti-hentinya tentang umat manusia.

Untuk memberi definisi tentang antropologi berdasarkan perhatiannya terhadap manusia, harus diakui memang kurang eksplisit, karena menurut definisi ini, antropologi seolah-olah mencakup suatu daftar penuh dengan disiplin-disiplin lain: sosiologi, psikologi, ilmu politik ekonomi, sejarah, biologi manusia dan mungkin juga filsafat dan sastra. Dengan sendirinya, disiplin- disiplin lain yang mempelajari manusia itu tidak akan senang disebut sebagai suatu cabang atau bagian dari ilmu antropologi (lagipula kebanyakan disiplin itu telah merupakan disiplin tersendiri sebelum ilmu antropologi muncul dan menganggap bahwa ruang lingkupnya agak khusus). Jadi semestinya ada suatu yang khas dalam antropologi — suatu alasan yang menyebabkannya berkembang sebagai suatu disiplin tersendiri dan memungkinkannya mempertahankan identitasnya tersendiri semenjak dimunculkannya jadi selama lebih kurang seratus tahun. Apakah yang khas pada seorang ahli antropologi dan apakah sumbangannya yang khusus sehingga manusia dapat memahami dirinya sendiri?

Advertisement

Advertisement