APAKAH KEBUDAYAAN ITU KHAS MANUSIA? – Penemuan baru-baru ini, yang menunjukkan bahwa sebagian primata nonmanusia seringkali menggunakan berbagai bentuk alat yang sangat sederhana, membuat sejumlah pengamat untuk menentang sebuah kebijaksanaan (wisdom) konvensional bahwa kebudayaan adalah milik khas manusia. Simpanse, misalnya, telah menunjukkan bahwa mereka menggunakan sebilah rumput sebagai alat sederhana untuk mengeluarkan anai-anai dari lobang mereka. Bahkan, ternyata simpanse membuat atau membentuk alat ini sebelum menggunakannya (Jolly,1972). Telah ditemukan bahwa kelompok-kelompok kera macaque Jepang telah mengembangkan praktek menyuci kentang segar dan gandum sebelum mereka memakannya. Praktek-praktek ini dipelajari oleh anggota kelompok lain, walaupun dengan cara pengamatan dan bukan dengan cara pengajaran langsung (Jolly,l972). Siamang telah menggunakan batu sebagai senjata, dan simpan tampak benar-benar bermaksud mencapai tujuannya dan mendekati obyek-obyeknya (Jolly,19.72).

Bentuk penggunaan alat yang sangat sederhana ini harus dipandang sebagai bentuk awal kebudayaan.* Bentuk penggunaan tersebut berbeda pada kelompok-kelompok yang ada dalam species yang sama, dan karena itu mereka belajar dan mengikuti pola perilaku yang tidak dapat dianggap sebagai hasil pewarisan biologis. Namun, tidaklah tepat untuk menarik kesimpulan dramatis tentang kebudayaan “non-manusia”. Walaupun primata non-manusia memiliki beberapa unsur awal kebudayaan, dan dengan demikian pembedaan antara manusia dengan primata lainnya harus dianggap sebagai pembedaan kuantitatif, perbedaan kuantitatif ini begitu besar sehingga layak untuk mengatakan bahwa kebudayaan adalah hasil manusia yang unik untuk semua tujuan praktis. Dalam pengertian teknis, manusia bukan hanya makhluk yang berkebudayaan, tetapi mereka tentu saja mempunyai kelebihan luar biasa dalam menciptakannya dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Tidak ada peneliti yang pernah menemukan sekelompok simpanse yang menyembah dewa-dewa, melamar penganten perempuan dengan membayar sesuatu, atau membuat lukisan pada dinding-dinding gua.

Filed under : Bikers Pintar,