APAKAH KOMUNIKASI SIMBOLIK KHAS MILIK MANUSIA? – Hasil usaha mengajarkan dasar-dasar bahasa kepada kera yang dilakukan baru-baru ini telah melahirkan keraguan akan keunikan kapasitas manusia dalam melakukan simbolisasi. Banyak ilmuwan menyimpulkan dari hasil pengajaran tersebut bahwa komunikasi simbolik tidaklah monopoli manusia, dan karena itu jarak lebar antara manusia dan makhluk hidup lainnya tidaklah selebar yang dulu diyakini orang.

David Premack (1970) mengajarkan sejenis sistem simbol kepada seekor simpanse muda yang bernama Sarah. Sarah diminta untuk meletakkan sejumlah potongan plastik pada sebuah papan tulis bermagnet, masing-masing potongan plastik tersebut berisi satu kata, dan rangkaiannya akan menyajikan sebuah kalimat. Sarah tampaknya dapat menggunakan sekitar 130 kata. Lebih dari itu, dalam sebuah eksperimen jangka panjang yang terkenal dalam pengajaran bahasa, Gardner and Gardner (1969) berusaha mengajar simpanse Washoe sebuah sistem yang lebih rumit dan rinci. Washoe diajari penggunaan Bahasa Tanda Amerika untuk Deaf (Ameslan). Dia diajari bahasa ini dengan sistem hadiah dan melalui bimbingan langsung, dan dia juga mencari sejumlah kata dengan observasi langsung. Dia akhirnya mampu menguasai kosa-kata lebih dari seribu buah; disamping itu, dia menguntai banyak kata-kata ini menjadi satu ke dalam sejumlah kalimat pendek. Beberapa eksperimen yang lebih baru mengajarkan dasar-dasar kemampuan berbahasa kepada gorilla. Psikolog Francine Paterson dari Universitas Stanford sangatberhasil mengajari KOKO, seekor gorilla betina muda, Ameslan. Pada lap oran terakhir, Koko telah menguasai hampir 300 kosa-kata dan mampu mengkombinasikannya ke dalam beberapa kalimat panjang (cf. J.H. Hill, 1978).

Hasil dari berbagai eksperimen ini nampak bertentangan dengan argumen bahwa simbolisasi, dan dengan demikian juga bahasa, adalah kapasitas unik manusia. Semua kera besar jelas mampu menggunakan, secara terbatas, dasar-dasar sistem komunikasi simbolik. Namun nampaknya tidaklah bij aksana terlampau cepat membuat kesimpulan yang tergesa-gesa dan dramatis dengan mendasarkan diri kepada temuan-temuan tersebut. Harus diingat bahwa kera-kera ini diajari penggunaan simbol-simbol oleh manusia, bukan oleh kera yang lain. Walaupun kera sudah belajar menggunakan sebagian kecil simbol, mereka tidak menciptakannya. Sejauh yang kami ketahui, hanya manusialah yang menemukan simbol-simbol.

Filed under : Bikers Pintar,