APAKAH TERAPI PSIKOANALISIS ITU? – Sejak masa Freud, isi pemikiran psikoanalisis telah mengalami perubahan penting, namun seluruh penanganan yang menggunakan pendekatan psikoanalisis memiliki prinsip dasar yang sama. Mengenai pembahasan tentang apa yang dimaksud dengan psikoterapi.) Psikoanalisis klasik dilandasi teori kedua Freud tentang kecemasan neurotik, bahwa kecemasan tersebut merupakan reaksi ego ketika impuls-impuls id yang sebelumnya ditolak dan ditekan memaksa untuk diekspresikan.

Bagian bawah sadar ego, menghadapi situasi yang mengingatkannya pada konflik masa kecil yang ditekan—konflik yang biasanya berkaitan dengan impuls-impuls seksual atau agresif—dipenuhi dengan ketegangan yang sangat mengganggu. Terapi psikoanalisis merupakan terapi pencerahan. Namun, ini berupaya menghapus represi yang dialami dan membantu pasien menghadapi konflik masa kecil, mendapatkan pencerahan atasnya, dan menyelesaikannya dengan pemikiran dan realitas orang dewasa. Represi, yang terjadi jauh sebelumnya, menghambat ego untuk tumbuh dewasa; penghapusan represi dimaksudkan untuk memungkinkan terjadinya pembelajaran ulang.

Esensi psikoanalisis digambarkan oleh Paul Wachtel (1977) dalam metafora mammoth berbulu. Beberapa ekor binatang raksasa ini, yang membeku dalam keadaan hidup jutaan tahun lalu, ditemukan dalam kondisi yang sangat baik sehingga dagingnya dapat dimakan. Masalah neurotik dianggap Freud sebagai sisa-sisa konflik masa lalu yang tersembunyi. Masalah orang dewasa yang dihadapi di masa kini sebenarnya merupakan refleksi atau ekspresi konflik-konflik intrapsikis yang membeku tersebut. Analisis mimpi merupakan teknik analisis lainnya. Teori Psikoanalisis beranggapan bahwa dalam tidur, pertahanan-pertahanan ego melemah, memberi kesempatan kepada berbagai hal yang dalam kondisi normal ditekan untuk memasuki kesadaran orang yang tidur. Karena hal-hal tersebut bersifat sangat mengancam, biasanya mereka tidak memasuki kesadaran dalam wujud yang sebenarnya; namun disamarkan sehingga mimpi berlangsung dengan isi yang sangat simbolik. Sebagai contoh, seorang wanita yang khawatir terhadap pendekatan seksual agresif para pria dapat bermimpi diserang oleh orang-orang liar yang melemparkan tombak padanya, tombak dianggap sebagai simbol phallic, menggantikan pendekatan seksual eksplisit. Komponen kunci lainnya dalam terapi psikoanalisis, sering kali dianggap penting bagi penyembuhan, adalah analisis transferensi.

Transferensi mengacu pada respons- respons pasien kepada analis yang tidak berkaitan dengan hubungan analis-pasien, namun lebih merupakan refleksi berbagai sikap dan cara berperilaku terhadap orang- orang yang penting bagi pasien di masa lalunya. Sebagai contoh, pasien mungkin merasa bahwa analis merasa bosan dengan apa yang disampaikannya sehingga pasien berusaha memberikan sesuatu yang menghibur. Analis mendorong terjadinya transferensi dengan secara sengaja tetap menjadi figur yang tidak tampak jelas, duduk di belakang pasien dan mengungkapkan sedikit kehidupan atau perasaan pribadinya selama sesi berlangsung. Melalui pengamatan dan analisis yang hati-hati terhadap sikap-sikap yang ditransfer tersebut, analis dapat mengetahui berbagai konflik masa kecil yang ditekan. Pada saat itulah tepatnya analis mencermati perkembangan transferensi yang mereka ciptakan dengan harapan bahwa konflik penting yang selama ini ditekan telah semakin dekat ke permukaan. Dalam contoh di sini, analis dapat menemukan bahwa pasien dipicu untuk merasa dirinya membosankan dan tidak penting di masa kecilnya dan hanya dapat memperoleh perhatian yang sangat diinginkannya dari orang tuanya dengan cara melucu.

Filed under : Bikers Pintar,