Advertisement

1. Aristoteles mendirikan sebuah sekolah, Lyceum, yang hidup selama 139 tahun (339 SM — 200 SM). Sekolah itu semula berfungsi sebagai pusat penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah tetap merupakan tema utama selama berdirinya, walau kadang- kadang perhatian pada ilmu dikalahkan oleh perhatian pada polemik dengan aliran-aliran filsafat yang lain dan moriograf- monograf tentang sejarah filsafat. Sekolah ini mundur sejak pertengahan abad ke-3 SM.

2. Aristotelianisme bangkit kembali di Aleksandria pada abad pertama SM. Gerakan ini berpusat sekitar Andronikos dari Rodi. Dia inilah yang menemukan kembali tulisan-tulisan Aristoteles setelah hilang selama setahun. Tokoh penting lam ialah Ariston dari Aleksandria dan Nikolas dari Damaskus. Dalam arti umum, Ptolemeus yang astronominya diterima selama 1400 tahun dan Galen yang analisis-analisis medisnya berlangsung cukup lama merupakan anggota mazhab tersebut.

Advertisement

3. Antara abad keempat dan ketujuh Masehi aliran Neoplatonisme di Atena dan Aleksandria sering mempelajari Aristoteles bersamaan dengan Plato. Dan malah sering ada anggapan bahwa dua sistem pemikiran itu cocok. Aristotelianisme dan Neoplatonisme cenderung berfungsi selama kurun waktu ini.

4. Tokoh terkemuka dalam filsafat Islam antara abad ke-9 dan abad ke-13 (yang berpusat pada penafsiran atas Aristoteles) adalah Al-Kindi, Al-Farabi, Ibn Sinna, dan Al-Ghazzali.

5. Filsuf Yahudi pengikut Aristoteles adalah Avicebron dan Maimonides.

6. Sintesis Abad Pertengahan (sejak abad ke 13) sebetulnya merupakan filsafat Aristoteles yang dimodifikasi oleh implikasi komitmen terhadap iman Kristiani. Terutama melalui karya Albertus Agung dan Thomas Aquinas, ajaran ini berpengaruh besar di dalam para pemikir Kristiani Barat, di mana, bagaimanapun, mengalami beberapa perubahan pokok karena kontaknya dengan iman Kristiani (Skolastisisme).

7. Aliran Thomisme muncul dengan kukuh dari Abad Pertengahan, dan hidup terus sampai sekarang. Tetapi pandangan Thomas Aquinas bukanlah satu-satunya bentuk Aristotelianisme yang muncul dari Abad Pertengahan. Tak ketinggalan pula Scotisme, filsafat Duns Scotus, dan, secara tidak langsung, filsafat Suarez yang lahir abad ke-16.

Advertisement