national income analysis (analisis pendapatan nasional)

Dalam perekonomian mana pun setiap tahun terdapat jutaan transaksi yang tergabung jadi satu menghasilkan tingkat aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Klasifikasi, presentasi dan kajian statistik yang terkait dengan transaksi-transaksi seperti itulah yang merupakan pokok masalah dalam analisis pendapatan nasional. Informasi seperti itu penting bagi para pembuat kebijakan untuk mengetahui perubahan-perubahan apa yang diperlukan dalam kebijakan ekonomi jangka pendek dan untuk menilai kinerja ekonomi jangka panjang ekonomi jangka panjang ini mendapat perhatian khusus dari negara- negara berkembang. Organisasi-organisasi internasional bisa menggunakan pendapatan nasional sebagai landasan untuk mengalokasikan bantuan atau meminta kontribusi-kontribusi kepada anggaran belanja mereka.

Berbagai karya mengenai pendapatan nasional ditulis pertama kali oleh Sir William Petty dan Gregory King di Inggris pada abad ke-17. Para perintis modern meliputi Kuznets dari Amerika Serikat dan Bowley, Stamp dan Clark dari Inggris. Pengembangan dan penggunaan ekonomi Keynesian mempunyai andil cukup besar untuk menggerakkan analisis pendapatan nasional selama dan sesudah Perang Dunia U bersamaan dengan Richard Stone, pemenang hadiah Nobel 1984, sebagai tokoh utamanya (Stone dan Stone, 1965).

Masalah pokok dalam analisis pendapatan nasional adalah pengukuran jumlah aktivitas ekonomi atau produk nasional; yaitu, nilai semua barang dan jasa yang melewati batas produksi. Ada tiga cara untuk bisa sampai kepada angka agregat ini. Pertama. metode pendapatan (income method), menjumlah semua pendapatan yang diperoleh dalam aktivitas ekonomi berupa upah, sewa, dan laba (termasuk pendapatan-pendapatan yang tidak didistribusikan). Dalam hal ini tidak termasuk uang pensiun bagi orang-orang lanjut usia dan pembayaran lain semacam itu karena tidak mewakili aktivitas ekonomi. Kedua, metode pembelanjaan (expenditure method), menjumlah semua item pembelanjaan akhir baik pembelanjaan swasta dan pemerintah atas konsumsi mutakhir maupun pembelian industri dan pemerintah atas alat modal. Dalam hal ini tidak termasuk pembayaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain untuk pembelian bahan baku, komponen atau masukan lainnya. Berbagai item pembelanjaan intermediasi (intermediate expenditure) semacam itu digunakan semua dalam proses produksi dan tidak boleh melampaui batas produksi. Ketiga, metode produksi (production method) memperhitungkan setiap perusahaan dan industri dan mengukur nilai tambahnya yaitu nilai outputnya lebih kecil daripada nilai berbagai pembelian intermediasi dari perusahaan-perusahaan lain. Ini merupakan kontribusi perusahaan kepada produk nasional.

Bila pembayaran langsung dilakukan untuk impor dan ekspor, ketiga metode ini, pada dasarnya. akan menghasilkan estimasi identik tentang pendapatan nasional. Namun dalam prakteknya tidak selalu demikian karena terhambatnya arus informasi pada para ahli statistik pemerintah yang sering diminta merekonsialisasi ketiga estimasi yang memiliki perbedaan tipis.

Pada umumnya disepakati bahwa pendapatan nasional adalah ukuran aktivitas ekonomi. Sayang sekali tidak ada kesepakatan bersama mengenai apa yang merupakan aktivitas ekonomi, yaitu, bagaimana menetapkan batas produksi itu. Pembayaran transfer dan pembelanjaan intermediasi ditetapkan sebagai transaksi yang tidak termasuk aktivitas ekonomi karena keduanya tidak melintas batas produksi. Banyak negara mengikuti Sistem Akuntansi Nasional (System of National Accounts — SNA) dan memasukkan semua barang dan jasa (termasuk jasa pegawai- pegawai pemerintah) yang melibatkan terjadinya suatu pembayaran, entah dalam bentuk uang ataupun bentuk lain. Perbedaan besar terdapat pada Sistem Produksi Material (Material Products System — MPS) Soviet yang menekankan output material dan tidak memasukkan jasa-jasa pemerintah dan jasa perorangan seperti pertunjukan hiburan dan penataan rambut.

Definisi apa pun yang digunakan, yang jelas terdapat tiga pasangan konsep pendapatan na-sional yang berbeda satu sama lain, yang bisa digunakan. Pertama, pengukuran produk nasional bruto (gross national product) yang tidak memperhitungkan depresiasi yaitu penggunaan dan penyusutan alat modal. Produk nasierfol netto (net national product) mengurangi estimasi depresiasi dari pengukuran bruto itu, dan merupakan refleksi yang lebih akurat dari keberhasilan ekonomi. Kedua, bila pembelanjaan-pembelanjaan itu dinilai dengan harga-harga yang dibayarkan para pembeli, konsep-konsep itu akan memasukkan pajak-pajak tidak langsung dan menghasilkan ukuran pendapatan nasional berdasarkan harga pasar (market prices). Untuk berbagai tujuan perbandingan, baik secara internal maupun eksternal, sebaiknya mendeduksikan pajak-pajak tidak langsung (dan menambahkan semua subsidi) dan menghasilkan ukuran berdasarkan biaya faktor (factor cost), yang merupakan biaya-biaya esensial dalam produksi. Ukuran semacam itu secara otomatis dapat diperoleh dengan menggunakan metode-metode pendapatan atau produksi. Perangkat ketiga adalah ukuran-ukuran produk domestik bruto (PDB) dan produk nasional bruto (PNB). PDB terkait dengan semua aktivitas ekonomi yang terjadi dalam batas-batas ekonomi geografi. Sedangkan PNB mengukur aktivitas ekonomi yang dilakukan dengan berbagai sumber buruh dan modal yang dimiliki oleh para pelaku ekonomi nasional. Di banyak negara sedang berkembang yang tergantung pada modal asing, arus keiuar berbagai laba berarti bahwa PDB dapat melampaui PNB lebih dari 20 persen. Pasangan-pasangan konsep ini dapat dipadukan dengan berbagai cara, yang paling umum adalah produk domestik bruto pada biaya faktor.

Ketiga metode pengukuran pendapatan nasi onal itu merupakan fokus dari berbagai analis tentang agregat. Hitungan pendapatan dapat digunakan untuk menganalisis pembagian upah dan laba dalam total pendapatan nasional, dan kesetaraan atau ketidaksetaraan dari distribusi pendapatan ini kepada individu-individu. Rincian mengenai hitungan produksi yang memungkinkan para ahli meneliti arti penting relatif dari berbagai macam industri (seperti, pabrik dan jasa) dari berbagai wilayah dalam satu negara, atau dari produksi milik swasta atau pemerintah. Dari sisi pembelanjaan, perhatian di Eropa Barat terfokus pada pemisahan antara pengeluaran swasta dan pemerintah. Secara umum, para pakar ekonomi tertarik dengan pemisahan antara konsumsi dan investasi (pembelian alat-alat modal yang baru). Dalam hal ini analisis pendapatan nasional terkait sangat erat dengan ekonomi makro dan dengan kajian tentang apa yang menentukan ukuran item-item ini dan bagaimana berbagai perubahan dalam item- item itu berpengaruh pada seluruh tingkat pendapatan nasional.

Semua transaksi diukur berdasarkan nilai uang dan memberlakukan harga terakhir (current prices) untuk pendapatan nasional, tetapi harus dimungkinkan terjadinya perubahan-perubahan harga bila dilakukan perbandingan antar tahun. Nilai dalam harga terakhir disesuaikan berdasarkan suatu indeks harga yang memadai untuk menghasilkan estimasi harga konstan (constant price). Sehingga semua perubahan yang diteliti hanya akan merefleksikan perubahan-perubahan kuantitasnya, bukan harganya.

Analisis pendapatan nasional bersumber pada pengukuran arus agregat produksi, pendapatan dan pembelanjaan, tetapi secara bertahap transaksi yang lebih besar dan detil ikut dimasukkan. Analisis transaksi antar perusahaan dan antar industri yang dikenal sebagai input-output analysis merupakan topik bahasan tersendiri. Pemberian dan penerimaan pinjaman, yakni transaksi aset-aset finansial, dianalisis dalam flow-of- funds table, dan sistem akuntansi bisa diperluas untuk mencakup juga stok, sebagaimana transaksi. Neraca nasional (national balance sheets) yang mencatat nilai aset-aset itu  baik aset finansial maupun fisik diselenggarakan oleh iembaga-lembaga ekonomi pada setiap akhir periode akuntansi. Presentasi dan analisis sistem akuntansi rumit ini akan sangat mudah dijelaskan dengan menunjukkan data dalam tabel segi empat (lihat Tabel I) yang mencatat berbagai transaksi antarsektor ekonomi dalam kolom dan lajur. Tabel yang dikenal sebagai matriks akuntansi sosial (social accounting matrix) ini merupakan perkembangan metodologi paling baru dalam bidang ini.

Incoming search terms:

  • pengertian pendapatan nasional menurut para ahli
  • definisi pendapatan nasional menurut para ahli

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian pendapatan nasional menurut para ahli
  • definisi pendapatan nasional menurut para ahli