Advertisement

COCOK BORO Yang dikenal juga dengan nama bandotan lombok, buntut tikus, ekor anjing, tusuk konde atau gajahan, termasuk semak berumur pendek. Tingginya sekitar 10—75 sentimeter. Batangnya berbulu kaku. Daunnya pada bagian bawah batang terletak saling berhadapan, sedangkan pada bagian atas tersebar. Perbungaannya menggulung. Bunganya bunga duduk dengan tabung mahkota ungu muda, berbentuk corong lebar yang panjangnya 4 milimeter. Daunnya dapat diseduh sebagai teh dan diminum untuk menyembuhkan sariawan. Tumbuhan yang hidup pada ketinggian 0—800 meter di atas permukaan laut ini menyukai tempat yang cerah, terbuka, dan banyak dijumpai pada bekas persawahan, tepi jalan ataupun parit.
Klasifikasi Ilmiah. Cocok boro termasuk suku Borraginaceae (kendal-kendalan); nama ilmiahnya Heliotropium indicum.

Advertisement
Advertisement