Advertisement

1. Demokritos merupakan penganut awal determinisme fisik. Baginya, keniscayaan sebab-akibat merupakan eksplanasi (penjelasan) peristiwa mana pun juga.

2. Stoisisme berpandangan bahwa dunia, termasuk manusia, ditentukan secara rasional oleh akal universal. Merupakan tanggung jawab manusia untuk memahami dan menerima tempatnya dalam perencanaan segala sesuatu. Determinisme bersifat, baik rasional maupun fisikal, berkaitan erat satu sama lain.

Advertisement

3. Vanini percaya kepada satu Allah yang imanen, pengatur alam raya yang sudah ditentukan.

4. Hobbes mempertahankan paham determinisme fisik ketat yang didasarkan pada keniscayaan kausal (sebab-akibat).

5. Spinoza menerima konsepsi Stoa. Determinisme rasional dan fisik diterapkan pada setiap peristiwa. Bagi Spinoza perasaan adanya kebebasan sebenarnya tidak lain dari keadaan tidak tahu mengenai penyebabnya.

6. Laplace mengungkapkan pandangannya tentang determinisme dengan pernyataan bahwa terdapat suatu inteligensi yang ine- miliki pengetaliuan tentang posisi, direksi (arah), dan kecepatan setiap pertikel alam semesta. Inteligensi ini sanggup mem- prediksi dengan satu formula saja seluruh masa depan maupun masa lampau.

7. Analisis Freud mengarah kepada doktrin determinisme psikologis. Artinya, alternatif apapun juga yang diseleksi oleh individu merupakan akibat dari banyak determinan. Sebagian determinan ini kita sadari, sedangkan lainnya tidak. Namun begitu, determinan-determinan ini secara bersama mencntukan apa yang akan dipilih.

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar,