Advertisement

Filsafat dan Kebijaksanaan

Dikatakan bahwa salah satu fungsi filsafat ialah mencari kebijaksanaan. Orang dapat memiliki banyak pengetahuan, namun dia tetap dianggap orang bodoh yang berilmu. Dalam keadaan yang tidak pasti dan yang penuh dengan kebingungan, kita membu- tuhkan suatu ilmu yang memberikan kita arah (sense of direction). Dan kebijaksanaan memberikan kita arah. Kebijaksanaan memberikan kita keutuhan dalam membantu kita memilih secara akurat dan menolak secara cermat, serta memberi arti terhadap eksistensi manusia.

Advertisement

1. Plato memandang kebijaksanaan sebagai satu dari empat keutamaan pokok. Kebijaksanaan menyangkut pengetahuan tentang keseluruhan. Jalan menuju kebijaksanaan membutuhkan baik pengetahuan ilmiah maupun pengalaman praktis.

2. Aristoteles membedakan antara kebijaksanaan spekulatif dan praktis (antara sophia dan phronesis). Phronesis, diterjemahkan sebagai prudence (kearifan). Kebijaksanaan praktis bertalian dengan tingkah laku. Sedangkan kebijaksanaan spekulatif memerlukan unsur-unsur akal intuitif dan pengetahuan rigorous (kokoh) tentang sebab-sebab dan prinsip-prinsip pertama. Contoh yang untuk kebijaksanaan ini adalah cabang tertinggi ilmu spekulatif yang dinamakan teologi, filsafat pertama, atau metaftsika.

3. Phronesis, atau kebijaksanaan praktis, merupakan tipe kebijaksanaan yang ditekankan oleh kaum Cyrenaik, Epikurean, dan Stoa.

4. Thomas Aquinas mengikuti pembedaan Aristoteles antara kebijaksanaan spekulatif dan praktis. Menurut Thomas, kebijaksanaan spekulatif tidak ditemukan dalam metafisika, melainkan dalam doktrin suci atau teologi wahyu.

Thomas Aquinas menyatakan gagasan dengan ungkapan yang sering dikutip: bijaksana adalah menata. Peranan orang yang bijaksana ialah mengatur segala sesuatu. Ia membedakan tiga tingkatan kebijaksanaan:

a) Wawasan (insight) praktis mengenai kehidupan. Ini bertumbuh dari pengkajian filosofis.

b) Kebijaksanaan yang timbul dari iman dan pengetahuan teologis lebih tinggi dari yang pertama. Karena dengan kebijaksanaan ini orang menata dan mengatur segala sesuatu di bumi dan di surga dalam terang rahmat adikodrati.

c) Kebijaksanaan yang merupakan kurnia Roh Kudus. Kebijaksanaan ini membuat manusia mencintai Tuhan, memahami dunia secara tepat, tidak lagi melalui usahanya sendiri semata-mata. Ia kini memahami dunia berdasarkan gerakan ilahi. Ia merasakan dirinya diarahkan kepada yang ilahi, dan dalam pelukan cinta ia mengalami tatanan segala sesuatu sesuai dengan kehendak yang ilahi.

5. Nicholas dari Cusa mendefinisikan kebijaksanaan sebagai docta ignorantia (ketidaktahuan terpelajar).

6. Spinoza membedakan antara ratio dan scientia intuitiva. Ratio atau akalbudi ditafsirkan sebagai pengetahuan tentang hukum ilmiah. Scienta intuitiva atau pengetahuan intuitif di dalamnya orang melihat yang universal di dalam semua yang partikular.

Kebijaksanaan diidentikkan dengan scientia intuitiva dan ditafsir sebagai hidup “dalam aspek kekekalan”.

Incoming search terms:

  • arti kebijaksanaan dalam filsafat
  • kebijaksanaan
  • kebijaksanaan dalam filsafat
  • arti filsafat pertama
  • arti filsafat
  • arti kebijaksanaan
  • arti filsafat dalam arti pertama
  • definisi kebijaksanaan
  • pengertian kebijaksanaan
  • ilmu kebijaksanaan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • arti kebijaksanaan dalam filsafat
  • kebijaksanaan
  • kebijaksanaan dalam filsafat
  • arti filsafat pertama
  • arti filsafat
  • arti kebijaksanaan
  • arti filsafat dalam arti pertama
  • definisi kebijaksanaan
  • pengertian kebijaksanaan
  • ilmu kebijaksanaan