production and cost function (fungsi produksi dan biaya)

Fungsi produksi dan fungsi biaya adalah dasar dari analisis ekonomi produksi. Suatu fungsi produksi adalah hubungan matematik yang mencakup ciri-ciri esensial dari teknologi dan dengan cara tersebut sebuah organisasi dapat mengubah sumber-sumber daya seperti tanah, tenaga kerja dan modal, menjadi barang-barang dan jasa seperti besi baja dan pendidikan. Distilasi ekonomi dari informasi yang penting inilah yang terkandung dalam rencana usaha. Secara matematis, misalkan, y adalah kuantitas dari suatu output tunggal yang dihasilkan oleh suatu kuantitas input yang ditunjukkan oleh (x….,xj,. Maka fungsi produksi f(xp…,x) menggambarkan kuantitas maksimum output yang dapat dihasilkan dengan kombinasi input (x….,x), yang dihasilkan oleh penggunaan teknologi, sehingga y < …,xj. Beberapa ciri-ciri penting struktur teknologi tercakup dalam bentuk fungsi produksi. Hubungan antara input termasuk iuga tingkat kemampuan substitusi dan komplementer di antara pasangan input, serta kemampuan untuk mengumpulkan kelompok input ke dalam suatu daftar yang lebih pendek dari agregat input. Hubungan antara output dan input termasuk skala ekonomis dan efisiensi teknis yang dengannya input tersebut digunakan untuk menghasilkan output.

Setiap ciri-ciri tersebut mempunyai implikasi pada bentuk fungsi biaya, yang erat hubungannya dengan fungsi produksi. Fungsi biaya juga merupakan hubungan matematik, yang menghubungkan pengeluaran organisasi untuk kuatitas output yang dihasilkannya, dan harga satuan yang dibayarkan untuk input yang digunakannya dalam proses produksi. Secara matematik, misalkan E merupakan pengeluaran organisasi dalam produksi jumlah output y saat organisasi itu membayar harga satuan (PpP J untuk input yang digunakannya. Maka fungsi biaya c(y, Pr …PJ menggambarkan pengeluaran minimum yang diperlukan untuk menghasilkan kuantitas output y ketika harga satuan input adalah {PjtP J, yang dihasilkan oleh penggunaan teknologi, sehingga E > c(y, Pr..,PJ. Suatu fungsi biaya adalah suatu peningkatan fungsi dari (y, Pr..,P), tetapi tingkat kenaikan biaya minimum dengan kenaikan dalam kuantitas output yang dihasilkan atau dalam berbagai harga input tergantung pada ciri- ciri yang digambarkan struktur teknologi produksi tersebut. Misalnya, skala ekonomi memungkinkan output maksimum untuk ditingkatkan secara lebih cepat lagi ketimbang peningkatan input yang digunakan, dengan demikian hal ini akan menyebabkan biaya minimum meningkat lebih lambat daripada peningkatan output. Skala ekonomis dengan demikian menimbulkan suatu insetif untuk skala produksi yang besar, dan dengan alasan yang sama skala non-ekonomis menimbulkan suatu hambatan teknologi untuk memperluas skala produksi. Contoh lainnya, jika sepasang input saling menggantikan dalam produksi, dan harga satuan salah satu input tersebut meningkat, hasil kenaikan dalam biaya minimum adalah lebih rendah ketimbang jika kedua input tersebut adalah kurang saling menggantikan, atau saling melengkapi. Akhirnya, jika pemborosan dalam organisasi tersebut menyebabkan output aktual tidak sampai pada titik output maksimum, atau jika input salah dalam penempatannya, dipandang dari masing-masing harga satuan, maka biaya aktual melebihi biaya minimum inefisiensi secara teknis dan inefisiensi alokasi sama-sama merugikan.

Seperti yang ditunjukkan contoh tersebut, di bawah kondisi yang umum bentuk fungsi biaya adalah suatu cerminan gambaran dari bentuk fungsi produksi. Dengan demikian fungsi biaya dan fungsi produksi secara umum memberikan informasi yang sama mengenai struktur teknologi produksi. Hubungan yang ekuivalen antara fungsi produksi dan fungsi biaya dikenal sebagai “dualitas”, dan hal ini dinyatakan bahwa satu dari dua fungsi tersebut mempunyai suatu ciri khusus jika, dan hanya jika, yang lainnya mempunyai ciri khusus. Hubungan dualitas seperti itu mempunyai sejumlah implikasi penting. Karena fungsi produksi dan fungsi biaya didasarkan pada data yang berbeda, dualitas memungkinkan kita untuk menggunakan fungsi lain sebagai dasar suatu analisis ekonomi produksi, tanpa takut memperoleh kesimpulan yang bertentangan. Teori kepemilikan yang berkaitan dengan persamaan penawaran output dan permintaan input mungkin disimpulkan dari teori kepemilikan dari fungsi produksi atau fungsi biaya rangkap tersebut. Analisis empiris yang bertujuan meneliti sifat skala ekonomi, tingkat kemampuan substitusi atau kemampuan komplementer dari input, atau perluasan dan sifat inefisiensi produksi, dapat dilakukan dengan menggunakan suatu fungsi produksi atau, lebih mudah lagi, menggunakan suatu fungsi biaya.

Jika periode waktu yang dipertimbangkan hanya berlangsung singkat, maka asumsi teknologi yang telah ada dan tidak berubah adalah benar. Efek jangka panjang dari kemajuan teknologi, atau adaptasi teknologi tinggi yang telah ada, juga dapat dimasukkan ke dalam analisis tersebut. Kemajuan teknis meningkatkan output maksimum yang dapat diperoleh dari koleksi input tertentu, sehingga dengan adanya harga per unit yang tidak berubah dari input kemajuan teknis akan mengurangi biaya minimum yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah output tertentu. Fenomena ini hanyalah perluasan dimensi waktu dari dualitas hubungan yang menghubungkan fungsi produksi dan fungsi biaya. Yang menarik perhatian adalah besarnya kemajuan teknis dan efek pengurangan biaya, dan kemungkinan bias cadangan tenaga kerja dari kemajuan teknologi dan efek pekerjaan yang dipindahkan dari fungsi produksi, ke fungsi biaya dan kemudian ke fungsi permintaan tenaga kerja.

Incoming search terms:

  • pengertian fungsi produksi

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian fungsi produksi