Gangguan kepribadian

Pada mulanya, gangguan kepribadian diidentifikasi berdasarkan perilaku nyata yang bisa dikaitkan dengan atau menyebabkan pelanggaran terhadap aturan dan konvensi formal yang ditetapkan dalam suatu masyarakat demi terpeliharanya tatanan sosial. Kriminalitas, kejahatan  dan perilaku kecanduan bisa langsung dimasukkan dalam golongan ini khususnya untuk kasus-kasus di mana individu yang menunjukkan perilaku tesebut tidak psikotik atau neurotik, dan tidak menderita gangguan subyektif yang signifikan.

Penjelasan atas gangguan kepribadian yang semata-mata berdasar pada perilaku yang melanggar aturan tampaknya menjadi tanda bahwa ada banyak hal yang bisa dipahami mengenai proses pembentukan sosial, kultural dan psikologis dari perkembangan kepribadian. Kepribadian akhirnya dipandang sebagai suatu produk interaksi sosial dan pengalaman individual dalam suatu lingkungan budaya. Pendapat ini menghasilkan suatu batasan mengenai kepribadian sebagai pola perilaku yang sudah sangat mendarah daging sehingga menentukan bagaimana individu itu berhubungan, mempersepsi, dan berpikir mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya. Gangguan kepribadian didefinisikan sebagai adanya pola perilaku yang bersifat menetap, infleksibel dan maladaptif yang secara terus-menerus dan cenderung melanggar hak-hak orang lain, mencemarkan dirinya sendiri atau orang lain, bersifat destruktif terhadap hubungan-hubungan interpersonal dan sosial atau prestasi kerja, atau merusak kemampuan untuk memenuhi kewajiban harian atau meraih tujuan-tujuan hidup. Kendati kondisi-kondisi yang perilakunya mempunyai ciri-ciri utama berupa penyimpangan sosial (seperti gangguan kepribadian yang jahat atau antisosial) masih diperhitungkan sebagai gangguan kepribadian, tapi kondisi-kondisi di mana hubungan interpersonal dirusak secara signifikan (seperti gangguan kepribadian schizoid atau eksplosif) atau di mana penyerapan kepribadian merupakan ciri dominan (seperti gangguan kepribadian aesthenic atau inadequate) juga digolongkan sebagai gangguan kepribadian.