Advertisement

 1. Inferensi adalah kegiatan pikiran. Dalam kegiatan ini orang bergerak dari afirmasi terhadap satu atau beberapa proporsisi kepada Iain berdasarkan pemahaman hubungan proposisi-proposisi itu yang niscaya sifatnya. Dalam inferensi langsung (immediate inference) (deduksi sederhana), peralihan terjadi tanpa pengantaraan proposisi ketiga. Dalam inferensi tidak langsung (mediate inference) (rasiosinasi) atau silogisme, orang mengambil kesimpulan dari beberapa premis menuju suatu kesimpulan. Argumentasi semacam ini meliputi dua tahap: pemahaman mengenai isi dan hubungan niscaya antara proposisi-proposisi dan perluasan afirmasi dari premis-premis kepada kesimpulan. Konsekuensi logis (atau konsistensi) inferensi didasarkan hanya atas hubungan niscaya isi-isi proposisi, tanpa memperhatikan kebenaran atau kesalahan proposisi-proposisi. Kesahihan hubungan logis dijamin oleh bentuk inferensi tertentu. Bentuk argumentasi berbeda dalam mjvrenst kategoris dan di dalam inferensi hipotetis.

2. Ada bermacam-macam jenis inferensi. Sebuah silogisme yang mempunyai lebih dari dua premis disebut polisilogisme. Andaikata dua silogisme sederhana digabungkan sedemikian rupa sehingga kesimpulan dari silogisme yang satu menjadi premis mayor dari silogisme kedua, maka bagian pertama disebut prosilogisme dan kedua episilogisme. Kalau beberapa proposisi digabungkan sekian rupa sehingga dalam semua proposisi berikut predikat proposisi pertama menjadi subyek, tetapi dalam kesimpulan subjek proposisi pertama disatukan dengan predikat proposisi terakhir, maka kita mempunyai argumen berantai atau sorites. Dalam sorites subjek dari proposisi sebelumnya menjadi predikat dari proposisi berikut dan dalam kesimpulan subjek proposisi terakhir disatukan dengan predikat proposisi pertama. Kalau alasan ditambahkan kepada salah satu premis, maka kita mempunyai epicheirenut. Kalau kita menghilangkan salah satu premis dan membiarkannya dipasok secara mental, maka kita mempunyai entimeme (enthymeme).

Advertisement

Advertisement