Advertisement

ARTI KISAH – Sebuah terbitan bulanan berisi cerita pen­dek pada tahun 1953-1956 di bawah asuhan redaktur M. Balfas, Idrus dan H.B. Jassin. Idrus kemudian mengundurkan diri. Peranan terbesar majalah ini ada pada Jassin. Ia membuat ulasan khusus cerita pendek pilihan setiap bulannya. Kecuali memuat xerita pen­dek, majalah ini juga memuat sajak, esai dan kritik. Setiap bulan selalu dimuat cerita pendek terjemahan dari khazanah cerita pendek dunia. Sejak tahun 1955 disisipkan ruangan khusus untuk ulasan sastra dan sa­jak-sajak yang bernama Persada di bawah asuhan Nu- groho Notosusanto.

Para pengarang cerita pendek majalah ini umum­nya kelahiran tahun 1930. Mereka mengangkat ba­nyak kejadian dan pengalaman biografis untuk cerita pendeknya, sehingga karya fiksi mereka menyerupai dokumen sosial jamannya. Di antara orang-orang yang pada masa revolusi, dalam usia remaja, ikut ber­perang, banyak yang menceritakan pengalaman revo­lusinya, seperti Trisnoyuwono, Nugroho Notosusan­to, Subagio Sastrowardojo. Ada juga tulisan peri kehidupan pesantren oleh Djamil Suherman yang me­mang pernah hidup di sebuah pesantren di daerah Su­rabaya. Sukanto S.A. juga asyik dengan pengalaman pribadinya di Jakarta. S.M. Ardan mengisahkan kehi­dupan rakyat Betawi.

Advertisement

Banyak karya cerita pendek majalah ini yang ke­mudian diterbitkan dalam bentuk buku, sehingga para pengarang majalah Kisah dapat dikatakan me­rupakan angkatan atau generasi sastra tersendiri yang mengungkap banyak pengalaman lokal dalam bentuk konvensional dan gaya realisme-romantik. Mereka ini, di luar yang sudah disebut di atas, adalah Riyono Pratikto, W.S. Rendra, A.A. Navis, Toha Mohtar, Motinggo Busye, Bokor Hutasuhut, Ali Audah, Suwardi Idris, Alex A’xandre Leo, Toto Sudarto Ba- chtiar, Ramadhan K.H., Kirdjomuljo, Hartojo Andangdjaja.

Incoming search terms:

  • definisi majalah kisah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • definisi majalah kisah