KRITERIA VERIFIABILITAS

Inggris: the criteria of verifiability.

Sebuah kriteria makna yang diambil dari teori makna yang semula dikembangkan dalam Lingkungan Wina. Verifiabilitas suatu kalimat atau proposisi dianggap sebagai syarat mutlak kebermaknaannya suatu pernyataan, proposisi atau teori. Kalimat atau proposisi yang tidak memiliki verifiabilitas (tidak dapat diverifikasi) dianggap tidak bermakna atau omong kosong. Sasaran atau maksud kriteria itu ialah pemurnian filsafat dengan menghilangkan pernyataan- pernyataan yang tak bermakna, seperti pernyataan-pernyataan yang menurut mereka berlimpahan dalam bidang metafisika. Muncul dua bentuk umum kriteria tersebut.

Bentuk yang lebih kuat menekankan semata-mata “verifiabilitas”, bentuk yang lebih lemah menekankan “verifiabilitas pada prinsip saja”. Kriteria verifiabilitas ini menyangkal dirinya sendiri, karena prinsip itu tidak dapat diverifikasi.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Schlick memakai kriteria verifiabilitas dalam artinya yang kuat. Agar bermakna, konsep-konsep mesti ditunjang oleh evidensi operasional.

2. Reichenbach menggunakan arti yang lebih lemah. Menurutnya, suatu proposisi mempunyai makna jika dapat ditentukan derajat probabilitasnya.

3. Carnap beralih dari prinsip verifiabilitas ke anggapan bahwa harus dibangun suatu bahasa yang kiranya tidak memungkinkan pernyataan-pernyataan yang kosong. Namun begitu, sebagai ganti “verifiabilitas” ia lebih suka memakai istilah “testabilitas” atau “konfirmabilitas”.

4. Popper menentang kriteria itu. Baginya, “falsifiabilitas” merupakan kriteria yang lebih cocok dibandingkan dengan “verifiabilitas”, karena verifikasi tidak pernah dapat seratus persen suatu proposisi atau teori, sedangkan satu saja keberhasilan falsifikasi sudah meruntuhkan proposisi itu.

5. Ayer, yang banyak jasanya dalam mempopulerkan kriteria veri-fiabilitas dalam dunia yang berbahasa Inggris, menganut versi keras dalam edisi pertama buah penanya Language, Truth and Logic (1936), dan versi yang lemah dalam prakata edisi revisi tahun 1946 untuk buah pena yang sama.

6. Quine menentang kriteria itu. Menurutnya, teori di balik kriteria itu mengandaikan pernyataan sintetik individual sebagai unit dasar makna. Baginya, pengandaian itu keliru.

Incoming search terms:

  • maksud kriteria
  • pengertian verifiability

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • maksud kriteria
  • pengertian verifiability