Advertisement

Kualitas dan Kuantitas

1. Kualitas hendaknya dibedakan dari kuantitas, yang memberikan keluasan dan kemungkinan untuk dibagi kepada penyandangnya. Karen a tidak dapat dibagi di dalam dirinya sendiri, kualitas dapat dibagi hanya karena ketergantungannya pada penyandangnya yang mempunyai keluasan. Apakah kualitas sungguh-sungguh berbeda atau tidak dari substansi dan kuantitas dari ada korporeal, tergantung apakah ada atau tidak perubahan-perubahan korporeal internal dari benda-benda yang tidak dapat direduksikan kepada perubahan bagian-bagian yang spasial belaka. Kesatuan kualitas di tengah-tengah perbedaan dalam penyandang-penyandang kualitas disebut kesamaan (similarity). Dalam logika, ciri putusan yang mengukuhkan atau menyangkal disebut kualitas putusan.

Advertisement

2. Kualitas dan Kuantitas adalah kategori-kategori filosofis yang mencerminkan aspek-aspek penting dari realitas obyektif. Dunia tidak terdiri dari hal-hal yang siap, selesai. Dunia menggam- barkan jumlah seluruh proses di mana hal-hal terus menerus terjadi, berubah dan mengalami kehancuran. Akan tetapi di sini tidak berarti bahwa hal-hal itu tidak mempunyai bentuk eksistensi yang tertentu. Tidak berarti bahwa hal-hal itu mutlak tidak stabil. Juga tidak berarti bahwa hal-hal itu tidak dapat dibedakan satu dari yang lain. Sejauh mana sebuah objek berubah, untuk sesaat objek itu tetap objek yang tertentu secara kualitatif dan definitif, dan bukan objek yang lain.

a) Kualitas adalah ketertentuan objek yang karenanya objek adalah objek ini dan bukan objek lain, dan berbeda dari objek-objek lainnya. Kualitas dari sebuah objek tidak da¬pat direduksikan pada ciri-cirinya yang tersendiri. Kualitas terikat kepada objek sebagai keseluruhan, merangkulnya secara utuh, dan tidak dapat dibedakan dari objek. Itulah sebabnya konsep kualitas bertautan dengan adanya objek. Karena tetap dirinya sendiri, maka suatu objek tidak dapat kehilangan kualitasnya. Objek apa pun, dalam hubungan dengan objek-objek lain, menyingkapkan ciri-cirinya yang beragam atau kelompok-kelompok ciri. Dalam arti ini, dapatlah kita katakan bahwa objek-objek dan fenomen-fenomen memiliki aneka macam kualitas.

b) Di samping ketertentuan kualitatif, semua objek juga memiliki ketertentuan kuantitatif: jumlah tertentu, bilangan tertentu, volume tertentu, kecepatan proses-prosesnya, derajat perkembangan ciri-cirinya, dan sebagainya. Kuantitas adalah ketertentuan dari suatu hal (benda) yang karenanya hal itu dapat (sungguh-sungguh atau dalam pikiran saja) dibagi ke dalam bagian-bagian yang homogen atau dirakit dari bagian- bagian yang homogen ini. Homogenitas bagian-bagian atau objek-objek merupakan ciri kuantitas yang tersendiri. Perbedaan-perbedaan antara objek-objek yang tidak sama bersifat kualitatif, sedangkan perbedaan-perbedaan antara objek- objek yang sama, bersifat kuantitatif. Berbeda dengan kuali-tas, kuantitas tidak begitu bertautan erat dengan adanya objek. Perubahan-perubahan kuantitatif tidak serentak menimbulkan kehancuran atau pcrubahan liakiki dari sebuah objek. Hanya setelah mencapai batas tertentu bagi masing- masing objek perubahan-perubahan kuantitatif menyebabkan perubahan-perubahan kualitatif. Dalam arti ini, ketertentuan kuantitatif yang berbeda dengan ketertentuan kualitatif ditandai oleh hubungan eksternal dengan ciri-ciri objek.

 

Incoming search terms:

  • pengertian kuantitas
  • kuantitas
  • kuantitas adalah
  • arti kuantitas
  • apa itu kuantitas
  • pengertian kualitas dan kuantitas
  • perbedaan kualitas dan kuantitas
  • kualitas dan kuantitas
  • arti kualitas
  • arti dari kuantitas

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian kuantitas
  • kuantitas
  • kuantitas adalah
  • arti kuantitas
  • apa itu kuantitas
  • pengertian kualitas dan kuantitas
  • perbedaan kualitas dan kuantitas
  • kualitas dan kuantitas
  • arti kualitas
  • arti dari kuantitas