Advertisement

KUANTITAS

Inggris: quantity. Latin: quantitas (jumlah) dari quantus (bagaimana besarnya); quam (menyatakan tingkat), tcrjemahan dari Yunani poson.

Advertisement

1. Kuantitas adalah ciri yang membedakan benda korporeal (material) dari semua bentuk eksistensi lainnya. Kuantitas dari suatu benda dapat dibagi ke dalam bagian-bagian yang memiliki ciri yang sama dengan keseluruhan dan mempunyai kesanggupan untuk berada sebagai benda-benda yang bebas, tersendiri. Konsekuensi paling penting dari kuantitas adalah keluasan (extension). Dengan keluasan bagian-bagian dari makhluk korporeal berada dalam posisi sejajar spasial dan bersepadan dengan bagian-bagian ruang. Walaupun kuantitas merupakan ciri yang lahir dari hakikat substansi korporeal, kuantitas, sebagaimana dipikirkan Descartes, samusikali tidak ldentik dengan substansi korporeal. Karena itu, pcinisalian kuantitas dari substansi tidak mengandung kontradiksi, meskipun tidak ada penjelasan yang menyediakan pengertian posit if mengenai keadaan ini.

2. Keluasan entah kontinu atau pun tiiUtk-berkesinambungan (conti-nuous ami discontinuous). Suatu keluasan diskontinu apabila bagian-bagiannya terlepas satu dari yang lain oleh batas-batas, Kalau batas-batas itu tampil bersama sedemikian rupa sehingga keluasan bagian-bagian saling menyentuh pada batas yang sama, batas-batas itu disebut contiguous (berdampingan). Beberapa rumah yang dibangun bersama dapat dianggap berdampingan. Andaikata batas-batas tidak tampil bersama, sehingga satu atau lebih benda terletak di antaranya, maka ini dinamakan kuantitas yang tersendiri (discrete quantity = quantitas discreta). Misalnya, dalam hal keluasan langit. Keluasan yang kontinu (kontinuum) tidak mempunyai batas-batas internal (dalam), tetapi merentangkan dirinya dalam ruang tanpa sela.

3. Batas dari suatu keluasan terjadi karena ini: suatu keluasan berhenti pada suatu ujung tertentu dan suatu keluasan baru mulai dari akhir/ujung itu (= batas real). Batas itu sendiri tidak mempunyai keluasan di dalam dimensi di mana dimensi ini adalah batas. Batas benda adalah permukaan, batas permukaan adalah garis, batas garis adalah titik. Suatu titik samasekali tidak mempunyai keluasan di dalam jenis dimensi mana pun. Karena itu suatu garis tidak dapat dibangun dari titik-titik. Demikian pula suatu permukaan tidak dapat dibangun dari garis-garis, dan juga suatu benda (sosok) tidak bisa dibentuk dari permukaan-permukaan. Setiap kontinuum, sejauh menyangkut keluasan murni, agaknya paling tidak secara konseptual dapat dibagi ke dalam bagian-bagian tanpa akhir; dan bagian-bagian ini kemudian mempunyai keluasan yang kontinu. Dalam arti ini setiap kontinuum tidak terbatas secara potensial. Keluasan yang ditemukan dalam benda-benda sebagai determinasi aksidental disebut keluasan fisik.

4. Kendati demikian, sebenarnya benda-benda tidak berkeluasan secara kontinu dengan cara di mana benda-benda itu tampak kepada indera-indera; karena paling banter kesinambungan itu direalisir di dalam unsur benda-benda yang mempunyai struktur tertinggi. Keluasan matematik, di lain pihak, merupakan konsep abstrak mengenai keluasan sebagaimana adanya tanpa memperhatikan kemungkinan realisasi dalam dunia obyektit benda-benda. Karena perbedaan-perbedaan kualitatif juga mencirikan keluasan fisik, dari sudut pandangan ini, dibuat suatu pembedaan antara keluasan homogen yang semua bagiannya sama, dan keluasan beterogen yang bagian-bagiannya tidak sama. Dulu organisme dianggap sebagai kontinuum heterogen.

5. Konsep kuantitas dalam pengertian ukuran dipindahkan dari tatanan ruang kepada tatanan realitas yang bukan-barang. Oleh karena itu, konsep kuantitas diterapkan terutama pada perubahan tempat (kecepatan), yang berkaitan erat dengan ruang dan waktu. Kemudian kuantitas dipindahkan dari efek gaya atau daya yang dapat diukur kepada daya itu sendiri (ukuran intensitas). Akhirnya konsep kuantitas diterapkan pada objek-objek non-korporeal (misalnya, kebajikan besar) sede- mikian rupa sehingga kuantitas dalam pengertian paling luas dapat mengartikan apa saja yang dapat digunakan untuk mempertalikan predikat-predikat entah besar atau kecil, banyak atau sedikit. Dalam logika, kuantitas dari suatu konsep me- nunjukkan keluasan konsep. Kuantitas dari sebuah putusan di- tentukan oleh luasnya subjek. Karena itu dibuat pembedaan antara putusan universal, partikular dan singular.

Incoming search terms:

  • kuqntiti adalah
  • pengertian kuan
  • kuantitas barang
  • apa yang di maksud dengan kuantitas
  • penjelasan tentang kuantitas
  • apa yg dimaksud dgn kuantitas
  • istilah kuantitas
  • Apa yang di maksud dengan kuantita
  • apa yg dimaksud dengan kuantitas
  • apa arti kuantitas satu

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • kuqntiti adalah
  • pengertian kuan
  • kuantitas barang
  • apa yang di maksud dengan kuantitas
  • penjelasan tentang kuantitas
  • apa yg dimaksud dgn kuantitas
  • istilah kuantitas
  • Apa yang di maksud dengan kuantita
  • apa yg dimaksud dengan kuantitas
  • apa arti kuantitas satu