Advertisement

LAMAISME

Sistem ajaran agama dan politik yang dari abad ke-15 hingga ke-20 merajai Tibet dengan pengaruh spritual; juga di Mongolia, Cina, dan Siberia.

Advertisement

1. Pertengahan abad ke-15, kaisar Cina (yang juga menguasai Tibet) melantik dua orang bhiksu Budha, yang satu pemimpin rohani; lainnya pemimpin duniawi Tibet. Sang pemimpin rohani disebut Dalai Lama; pemimpin duniawi Pantshen Lama. Alasan tindakkan ini ialah bahwa sekte khusus Budhisme ini, suatu gerakkan pembaruan, jadi sangat berkuasa dalam jumlah dan pengaruh. Dua orang Lama Agung dipandang sebagai penjelmaan makhluk surgawi: Dalai Lama Avalokitesvara dan Pantshen Lama Amitabha. Bila salah satu Lama mati, yang lain bertugas mencari anak yang di dalam dirinya telah menjelma bodhisattva. Nama semua anak lelaki yang lahir tidak lama sesudah kematian rekannya diletakkan di depannya. Ia akan memilih tiga nama. Setelah berdoa selama satu minggu, sebuah dewan orang suci akan memilih satu dari tiga nama tadi untuk menjadi Lama Agung masa mendatang.

2. Budhisme Tibet adalah Budhisme Mahayana. Budhisme Hinayana tetap dibebaskan untuk percaya kepada bodhisatva-bodbisatva, Budha-Budha dan sejenisnya yang tak terhitung jumlahnya. Sebenarnya terdapat lima tritunggal dalam Budhisme Mahayana. Tritunggal-tritunggal itu tumbuh dari fakta bahwa kekuatan sang Budha dijelaskan oleh kepercayaan bahwa ia merupakan emanasi dari seorang Budha abadi yang tinggal di langit, yaitu Dhyani Budha. Dan sebagai Budha, mereka memiliki bodhisattvanya. Dalam kasus Budha Gautama yang historis, konon Amitabha merupakan Dhyani Budha-nya, dan Avalokitesvara bodhisatva-nya.

3. Budhisme Mahayana diperkenalkan ke Tibet tahun 622 M. Pemimpin Tibet memesan kitab-kitab suci ke India. Setelah melewati macam-macam kendala, termasuk perang saudara, agama itu masuk untuk kedua kalinya pada abad ke-10. Ia menjadi berkuasa selama 300 tahun, mengalami puncak kejayaannya ketika Kublai Khan, kaisar Mongolia, dan cucu Jeng- his Khan, masuk Budhisme Tibet. Ia melantik seorang kepala biara Budha sebagai kepala jemaah dan pemimpin negara jajahan. Sang kepala gereja pada gilirannya melantik Kublai Khan sebagai pemimpin kekaisaran Mongolia. Dengan demikian mulailah kedaulatan duniawi para Lama, di bawah otoritas para kaisar Cina.

4. Tahun 1390, Tsongkapa memulai gerakan pembaruan di dalam Budhisme, dengan mengangkat tingkat rohani para bhiksu menentang animisme dan praktik-praktik Tantra yang tidak senonoh; dan memulihkan peraturan selibat serta hidup sederhana. Ia lebih suka mengenakan jubah Budha Gautama yang bersvarna kuning atau jingga tua dibandingkan dengan jubah merah yang dikenakan para bhiksu Tibet Kaum berjubah jingga tua unggul terhadap kclompok berjubah merah. Dan kelompok inilah kaisar Cina memilih Lama-Lama Agung pada abad ke-15.

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar,