Advertisement

Logika Induktif

Logika induktif merupakan usaha

Advertisement

a) untuk merumuskan aturan- aturan yang memungkinkan pernyataan-pernyataan dapat ditentukan sebagai kuat atau probabel secara empiris;

b) untuk merumuskan prosedur-prosedur sistematis untuk mengemukakan penarikan-penarikan kesimpulan atau argumen-argumen nondeduktif;

c) untuk menentukan derajat konfirmasi atau probabilitas bagi kesimpulan yang didasarkan atas derajat konfirmasi atau probabilitas yang mungkin untuk ditentukan bagi premis-premis; dan

d) untuk menarik kesimpulan bukan dari pernyataan-pernyaaan umum, melainkan dari hal-hal khusus. Kesimpulan hanya bersifat probabilitas berdasarkan pernyataan-pernyataan yang telah diajukan. Kaum pendukung logika induktif tradisional, misalnya, Mill melihat tugas logika induktif dalam analisis proses-proses mencapai pengetahuan teoretis general dari yang tunggal, yang empiris. Dalam sejarah logika, juga ada konsepsi lain tentang logika induktif, dengan membatasi tugas-tugasnya pada analisis kriteria logis untuk memverifikasi pernyataan-pernyataan ilmiah di dalam kerangka kerja metode hipotetis-deduktif. Konsepsi ini dirumuskan dalam abad ke-19 oleh W. Whewell, seorang ahli logika. Dan konsepsi ini telah tersebar luas dalam logika ilmu modern. Konsepsi ini muncul karena tak memadainya metode-metode induktif untuk mencapai proposisi-proposisi teoretis. Metode-metode induktif menuntut identifikasi isi-pikiran yang baru dan formasi abstraksi- abstraksi ilmiah yang baru. Kekurangan konsepsi ini terletak pada penolakannya terhadap suatu studi logis yang tidak dibenarkan terhadap proses-proses untuk memperoleh pengetahuan ilmiah pada umumnya, yaitu analisisnya sebagai proses-proses yang niscaya secara sosial, yang tidak tergantung dari kesadaran individual. Dan konsepsi ini ditentukan oleh isi objektif proses-proses kognitif.

Logika induktif modern memperluas bidang penerapannya. Ia menguji bukan hanya kesimpulan-kesimpulan dari yang partikular ke yang general, melainkan semua hubungan-hubungan logis pada umumnya. Dan ini dikerjakan manakala nilai-kebenaran dari pengetahuan yang ingin kita verifikasikan tidak dapat dimapankan secara handal berdasarkan pengetahuan yang nilai-kebenarannya kita ketahui. Ini juga dikerjakan manakala kita hanya dapat menentukan apakah kesimpulan ini dikonfirmasikan oleh pengetahuan yang disebutkan terakhir di atas. Dan jika demikian, lalu. dipertanyakan, sejauh mana. Oleh karena itu, salah satu konsep pokok logika induktif adalah derajat konfirmasi. Derajat konfirmasi ini lazimnya ditafsir sebagai probabilitas dari suatu hipotesis dengan pengetahuan empiris yang tersedia. Karenanya, logika induktif menggunakan metode-metode dari teori probabilitas dan diubah menjadi logika probabilitas.

Incoming search terms:

  • pengertian logika induktif menurut para ahli

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian logika induktif menurut para ahli