plural society (masyarakat plural)

Sejak awal 1960-an, istilah masyarakat plural telah digunakan untuk menjelaskan masyarakat- masyarakat, biasanya pada tingkatan negara-bangsa atau wilayah negara jajahan, yang ditandai dengan pembelahan (cleavages) internal yang tajam antara kelompok-kelompok etnis. Berbagai ragam tingkat pluralisme kebudayaan dan sosial, mulai dari negara-negara berfragmentasi ekstnm seperti negara Nigeria, Zaire, India, dan negara-negara bekas Uni Soviet, dengan kelompok- kelompok etnis yang begitu banyak dan seringkah tidak saling berkaitan, hingga negara-negara yang kurang heterogen seperti Belgia, Swiss atau Kanada, yang terbentuk dari dua atau tiga kelompok bahasa yang berkaitan.

Spektrum luas masyarakat-masyarakat tersebut, tentu saja, telah dikaji dari berbagai perspektif yang luas, masing-masing dengan kosa-katanya sendiri. Kaum Marxis pada umumnya lebih menyukai istilah “negara-negara multinasional”, dan tujuan/arah analisis mereka adalah menjelaskan pembelahan dan konflik-konflik masyarakat ini dengan acuan kepada sejumlah kantung pembelahan kelas internal dan pertukaran yang tidak seimbang antara “yang inti” (core) dan “pinggiran” (periphery) dari “sistem-kapitalis-dunia” (Frank 1967; Lenin 1969 [1916]; Wallerstein 1974).

Mereka tidak memperlakukan ketidaksamaan etnis, bahasa, sosial atau agama sebagai sisa-sisa masa lalu yang telah kehilangan makna, atau sebagai label kesadaran palsu yang menutupi perbedaan kelas.

Tetapi sejumlah sarjana liberal, ketika membahas “demokrasi borjuis” Eropa Barat dan Amerika Utara juga menyinggung pluralisme sebagai kondisi kalah-mengalah syarat kompetisi politik dalam kompetisi dan konflik antar kelompok kepentingan yang bersaing (Komhauser 1960;

Lipset 1963). Tetapi, mereka menggunakan pluralisme dalam arti tidak terlalu banyak ada celah-celah/pembelahan etnis atau rasi. Mereka memang seringkah mengabaikan hal ini. Sebaliknya mereka mengacu pada keragaman pandangan politik dan perbedaan kelompok-kelompok kepentingan yang bersaing untuk sumber daya dalam arena politik demokrasi parlementer.

Namun tradisi yang lain telah membahas akomodasi pertentangan-pertentangan etnis dalam apa yang disebut demokrasi konsosiasional atau proporsional (Lijphart 1977). Para sarjana dalam tradisi ini sebagian besar bekerja di negara-negara industri maju Eropa (seperti Belgia, Belanda, Swiss, dan Austria), yang pluralismenya moderat dan persamaan antara konstituen bahasa dan kolektivitas keagamaannya sangat tinggi.

Berdekatan asosiasi yang paling dekat dengan label masyarakat plural adalah sekelompok ilmuwan sosial yang mempelajari masyarakat-masyarakat Asia, Afrika, Karibia, dan Amerika Latin yang sangat terfragmentasikan itu. Masyarakat- masyarakat ini umumnya ditandai oleh sejarah penaklukan yang kejam, yang diikuti dengan kolonialisme, perbudakan, perjanjian kerja paksa, serta bentuk-bentuk lain segmentasi dan ketimpangan yang sangat terlembaga antara kelompok-kelompok etnis atau ras (Furnivall 1948; Kuper dan Smith 1969; Schermerhorn 1970; van den Berghe 1974). Bisa diduga para sarjana ini menekankan pertentangan dan peran pemak¬saan negara dalam mempertahankan suatu sis¬tem ketidakadilan sosial dan eksploitasi ekonomi. Walaupun analisisa mereka memiliki sejumlah persamaan ciri dengan kaum Marxis, mereka cenderung menekankan garis-garis pembelahan kebudayaan dan sosial melebihi garis-garis kelas dan menjelaskan prioritas penyebab terhadap hubungan-hubungan politik melebihi hubungan- hubungan ekonomi. Yakni, mereka cenderung memandang hubungan yang tidak seimbang alat- alat produksi sebagai turunan dari hubungan- hubungan kekuasaan yang tidak seimbang, ketimbang hal yang sebaliknya. Mereka juga pada umumnya bersikukuh memperlakukan kelas dan etnis sebagai dua landasan organisasi sosial yang berbeda, yang pada tataran praktek menjadi tumpang tindih, tetapi yang juga dapat beragam secara independen.

Incoming search terms:

  • Masyarakat plural
  • pengertian masyarakat plural
  • masyarakat plural adalah
  • arti masyarakat plural
  • masyarakat pluralisme
  • arti plural
  • pengertian plural
  • contoh masyarakat plural
  • plural adalah
  • masyarakat yang plural

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Masyarakat plural
  • pengertian masyarakat plural
  • masyarakat plural adalah
  • arti masyarakat plural
  • masyarakat pluralisme
  • arti plural
  • pengertian plural
  • contoh masyarakat plural
  • plural adalah
  • masyarakat yang plural