ARTI MINORITAS YANG DIJAJAH DAN IMIGRAN – Pengalaman beberapa kelompok minoritas sangat berbeda dari yang lainnya. Dalam hubungan ini, Robert Blauner (1972) membedakan dua tipe minoritas menurut cara masing-masing terbentuk; minoritas yang dijajah dan imigran. Blauner mengidentifikasi minoritas yang dijajah ialah minoritas yang terbentuk apabila suatu kelompok yang lebih kuat menjajah suatu kelompok yang lebih lemah untuk maksud mengeksploitasi tenaga kerja atau mendapatkan tanahnya. Sebaliknya, minoritas imigran ialah mereka yang terbentuk melalui imigrasi sukarela suatu kelompok ke masyarakat politik lainnya. Blauner menggunakan perbedaan ini untuk memahami nasib berbagai kelompok minoritas di Amerika Serikat. Ia mengklasifikasi orang kulit hitam, Chicanos (orang Meksiko-Amerika), dan pribumi Amerika (sisa-sisa suku Indian Amerika Utara) sebagai minoritas yang terjajah, sementara mengidentifikasi para imigran etnik Eropa yang utama sebagai minoritas imigran. Ia \mencatat bahwa minoritas terjajah sangat berbeda dari nasib minoritas imigran. Minoritas terjajah tetap merupakan kelompok yang tampak terkonsentra_ si secara tak sebanding pada bagian dasar sistem sosial ekonomi dan politik, tetapi minoritas imigran telah dengan cepat terasimilasi ke dalam kebudayaan Amerika, telah kehilangan banyak visibilitas sosial mereka, dan sangat berhasil dalam menerobos ke dalam tingkat menengah (dan kadang-kadang tingkat atas) struktur sosial-ekonomi . Blauner percaya bahwa keberhasilan yang lebih besar minoritas imigran itu sebagian besar merupakan hasil dari posisi awal mereka yang lebih menguntuligkan. Mereka datang ke Amerika Serikat secara sukarela; mereka mempunyai sejumlah ciri kebudayaan yang sama dengan orang Amerika ketika mereka tiba; banyak dari mereka memiliki keterampilan kerja yang berguna yang sangat dibutuhkan, dan mereka tidak pernah harus memikul beban cacat rasis (meskipun mereka untuk sementara tertimpa oleh sikap dan stereotipe etnosentrik).

Sebaliknya, orang-orang berkulit hitam datang sebagai budak-budak dan berfungsi dalam kapasitas itu selama lebih dari 200 tahun, tidak mempunyai pendidikan dan sedikit saja keterampilan kerja ketika mereka dibebaskan dan menjadi ancaman ekonomi yang kuat terhadap kelas pekerja kulit putih sejak akhir perang saudara. Orang Chicanos menjadi warga Amerika Serikat ketika Amerika Serikat secara paksa menganeksasi bagian-bagian utama wilayah Meksiko. Orang Meksiko-Amerika yang baru itu sebagianbesar buta huruf dan merupakan petani-petani yang dieksploitasi ketika tercakupkan ke dalam Amerika Serikat. Cerita mengenai orang Amerika pribumi telah diketahui dengan baik. Ratusan ribu orang-orang suku Indian Amerika Utara telah terbunuh melalui kolonisasi Amerika Utara dan ekspansi ke pedalaman Barat. Orang-orang Indian yang tetap hidup lalu dikumpulkan ke dalam reservasireservasi di bawah pengawasan orang-orang berkulit putih; kebudayaan pribumi mereka dihancurkan, dan kehidupan kebanyakan mereka dimusnahkan. Karena itu adalah sulit untuk mengerti mengapa orang-orang berkulit hitam, Chicanos, dan Amerika pribumi sangat tertinggal di belakang para imigran etnik Eropa dalam usaha mereka untuk memperoleh kue sosial, ekonomi, dan politik Amerika yang adil. Sebagaimana diperjelas oleh pembahasan Blauner, titik awal daripada minoritas-minoritas terjajah itu telah ditimbuni dengan rintangan-rintangan yang berat sehingga perjuangan ratusan tahun tidak mampu untuk mengatasinya.

Filed under : Bikers Pintar,