Advertisement

Objek logika ialah pemikiran. Pemikiran di sini tidak dipandang sebagai sifat atau aktivitas subjek (dalam pengertian ini pemikiran merupakan objek psikologi). Sebaiiknya pemikiran dilihat dari sudut hubungan-hubungan yang ada antara ide-ide ltu sendiri yang dapat dipertalikan dalam pengertian yang sama dengan banyak individu. Karena itu, adalah keliru melihat logika sebagai satu bagian dari psikologi, seperti dibuat psikologisme. Isi-isi pikiran dapat dipelajari dalam dirinya sendiri, menurut struktur internalnya, menurut bentuk-bentuknya (seperti konsep, keputusan, kesimpulan) dan menurut hubungannya yang niscaya dan timbal-balik (lchusus hukum-hukum logika). Inilah tugas logika murni atau logika formal. Dapat pula isi pikiran ini dipelajari menurut hubungan lingkungan objek yang diwakilinya.

Advertisement
Advertisement