Advertisement

Kepustakaan antropologi telah merekam dan melukiskan mengenai hampir 2.000 macam kebudayaan yang berbeda-beda. Adanya informasi yang luar biasa kayanya ini, menimbulkan beberapa pertanyaan penting. Yang terutama adalah apakah makna dari semua bahan yang telah terkumpul itu? Bagaimanakah kita memanfaatkan data-data antropologi untuk lebih memahami variasi yang ada di antara kebudayaan manusia yang beraneka ragam itu? Caranya seorang ahli antropologi mendekati suatu masalah tertentu tergantung orientasi teoretisnya. Sebenarnya manusia itu cenderung untuk meninjau sesuatu masalah menurut pandangan yang berbeda-beda. Seorang *nuda agak radikal pandangannya dan dalam pandangan seorang muda sebab-sebab kemiskinan misalnya akan lain dibandingkan dengan pandangan pengusaha yang kaya dan sudah tua misalnya. Demikian juga sikap seorang ahli antropologi terhadap suatu persoalan tertentu, akan banyak tergantung pada mashab yang dianutnya.

Harus disadari bahwa para pengikut dari suatu profesi tak selalu dapat digolongkan dalam kategori-kategori tertentu dengan rapi. Namun demikian orientasi teoretis yang akan diuraikan dalam bab ini memang mewakili berbagai aliran yang telah digunakan oleh peneliti sebagai pedoman yang telah mengarahkan mereka dalam mengumpulkan berbagai jenis informasi dan yang telah digunakannya sebagai pedoman waktu menginterpretasi datanya. Demikianlah, aliran-aliran seperti “fungsionalis” dan “etnoscientist” mengarahkan kita ke suatu cara berdiskusi tentang macam-macam sikap dari berbagai golongan ahli antropologi. Meskipun demikian, dalam antropologi, seperti dalam disiplin ilmu lainnya terus-menerus ada semacam pasang-surut dari berbagai gagasan atau citra.

Advertisement

Suatu orientasi teori muncul dan mungkin berkembang dan memperoleh banyak penganut, sampai kerap kali suatu teori baru lainnya timbul yang bertentangan dengan teori yang sebelumnya itu. Setiap orientasi teoretis mempunyai kelemahan atau mengabaikan pokok-pokok tertentu dan sering kali suatu teori menggarap aspek-aspek dari masalah yang dalam teori-teori sebelumnya telah diabaikan atau diremehkan. Jadi perkembangan dari teori antropologi mencerminkan suatu proses modifikasi yang konstan, suatu pertukaran pemikiran yang dinamis antara peneliti-peneliti yang berkecimpung dalam masalah yang sama. Dalam survei kita tentang orientasi teoretis yang telah berkembang sejak timbulnya antropologi budaya sebagai suatu disiplin yang profesional, kita sedikit banyak akan mengikuti urutan-urutan sejarah perkembangannya, dan untuk setiap mashab akan diuraikan jenis informasi atau fenomena yang dicarinya untuk digunakan sebagai faktor-faktor penjelasan.

Incoming search terms:

  • orientasi teori
  • orientasi teoritik
  • orientasi teoritis
  • orientasi teoritis Antropologi
  • pengertian orientasi teoritis dalam antropologi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • orientasi teori
  • orientasi teoritik
  • orientasi teoritis
  • orientasi teoritis Antropologi
  • pengertian orientasi teoritis dalam antropologi