Advertisement

OTONOMI

Inggris autonomy, dari Yunani autos (diri) dan nomas (hukum). Jadi, referensi pada sesuatu yang memberikan hukum pada dirinya, atau merupakan hukumnya sendiri.

Advertisement

Beberapa Pengertian

1. Kemampuan mengatur diri sendiri.

2. Tindakan memerintah diri sendiri, menentukan sendiri, mengarahkan sendiri.

3. Bebas dari kehendak orang lain.

4. Hak untuk mengikuti kemauan sendiri.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Secara politis, otonomi mengacu kepada kekuasaan atau hak berpemerintahan sendiri bagi suatu kota, negara atau bangsa.

2. Immanuel Kant beranggapan bahwa kehendak manusia disebut otonom bila ia bertindak dari prinsip batinnya sendiri, dan heteronom bila ia menerima suatu prinsip dari luar.

3. Tillich membicarakan akal otonom, dengan membedakannya dari akal heteronom dan teonom.

 

Otonomi dan Moralitas

1. Seorang yang otonom adalah orang yang secara utuh memilih dan mengarahkan kegiatan sesuai dengan kehendaknya sendiri. Ini berbeda dari tanggapan secara acak dan tidak runtut terhadap rangsangan. Otonomi moral merupakan kebebasan untuk mencapai nilai-nilai moral kita sendiri tentang benar dan salah.

2. Motif-motif kehendak untuk bertindak berasal dari seluruh kenyataan. Motif moral, keagamaan dan profan mempunyai pengaruh pada tindakan khusus. Moralitas otonom (Kant dan Iain-lain) ingin mencopot hubungan ini dan mengusahaki hukum pribadi dalam etika yang dalam banyak hal tida hanya menghantar kepada penjelasan (klasifikasi) konseptiu tetapi juga suatu pemisahan real. Hanya kebaikan saja ati bahkan tugas seseorang dianggap sebagai motif satu-satunya bagi tindakan moral. Karena motif-motif yang lain, yang transenden dan imanen merusak kehendak murni. Motif-motif itu, antara lain, minat dan kecenderungan, keuntungan da kerugian, ganjaran dan hukuman, kebahagiaan subjektif da kepentingan umum objektif, otoritas manusia dan ilahi, hubungan dengan Tuhan, dan hubungan cinta kasih.

3. Bertentangan dengan banyak bentuk yang berubah-ubah da pragmatisme etis yang mempertahankan ciri luar, otonomi menendapatkan inti moralitas di dalam sikap batin. Keterbatasan dan pandangan ini kelihatan ketika pendukung teori ini menok semua motif lain di dunia ini, yang sebenarnya mendukung motif dasar moral (aturan, hukum, kebajikan).

4. Pertentangan antara otonomi dan heteronomi mencapai klimaks dalam persoalan menyangkut dasar dan motivasi morality Moralitas otonom pada umumnya menolak adanya yang transenden dan pada beberapa kasus juga kemungkinan adanya yan transenden. Ada yang menuntut bahwa hendaknya moralitas dipisahkan dari agama. Tuntutan ini didasarkan pada pandangan yang murni sekularistik yang tidak mempunyai pengertia analogis tentang yang-ada (analogta ends). Dalam analogi semacam ini terdapat pengetahuan akan adanya kesamaan da sekaligus perbedaan antara Allah dan manusia, sebagai akibj dari ciptaan. Perbedaan eksistensial antara ciptaan dan pencipt membenarkan dan menuntut heteronomi: kebenaran seorati mesti terikat pada tata ADA, yang ditetapkan oleh Allah.

Incoming search terms:

  • apa itu otonomi
  • Moral otonom
  • otonom adalah
  • definisi otonomi
  • arti otonomi
  • pengertian otonom
  • otonomi moral
  • otonomi manusia
  • pengertian heteronom dan otonom
  • definisi moralitas otonom

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • apa itu otonomi
  • Moral otonom
  • otonom adalah
  • definisi otonomi
  • arti otonomi
  • pengertian otonom
  • otonomi moral
  • otonomi manusia
  • pengertian heteronom dan otonom
  • definisi moralitas otonom