Advertisement

PANPSIKISME

Inggris: panpsychism; dari bahasa Yunani pan (semua) psyke (jiwa).

Advertisement

Pandangan ini menegaskan bahwa seluruh alam memiliki kehidupan dan jiwa. Dalam arti tertentu pandangan ini menghidupkan kembali animisme secara filosofis.

Banyak filsuf modern (kaum personalis, Whitehead, realis kritis Ch. Strong, pendiri psikologi analitis K.G. Jung, dan sebagainya) menentang panpsikisme. Kegiatan psikis merupakan sifat khusus yang hanya terdapat dalam materi yang mempunyai organisasi tinggi.

1. Para filsuf Yunani Kuno, yang disebut sebagai kaum hylozoistik, menganggap materi sebagai sesuatu yang pada hakikatny aktif. Tetap, Thales, dalam salah satu fragmennya yang masi ada sampai sekarang mengenai pemikirannya, beranggapa bahwa semua penuh dengan para dewa. Fragmen itu sedik banyak bernada panpsikistik.

2. Bagi Aristoteles, karena dunia material berhadapan denga Allah sebagai sebab final, sulit dipilih antara kategori Hylozois me dan Panpsikisme. Walau demikian, biasanya dikataka bahwa dunia material bersifat hylozoistik.

3. Giordano Bruno untuk pertama kalinya dengan jelas member tangkan teori panpsikisme. Satuan dasariah realitas adala monade yang dijiwai oleh energinya sendiri. Jiwa-jiwa da para dewa sama-sama berupa monade, dan sejumlah tak terbatas dunia dalam alam raya ini diartikan secara organil dan dianggap memiliki kehidupannya sendiri.

4. Campanella menyajikan paham realitas yang berderajat mulai dari materi sampai dengan Allah, tetapi tiap tahap pat tingkat tertentu mempunyai kualitas-kualitas pengetahuai daya, dan cinta.

5. Leibniz menerima ide monadologi, sambil mendeskripsika unit-unit dasar sebagai pusat kesadaran, hasrat, dan perasaar

6. Maupertusis menerima panpsikisme, dengan mengangkat “keinginan, keengganan dan ingatan” sebagai partikel-partikel terakhir.

7. Goethe menerima monadologi Leibniz untuk mengungkapkan pandangannya mengenai dunia natural yang dinamik di semua hal atau bentuk kehidupan bergerak maju.

8. Schelling mengetengahkan bahwa dualisme dapat dicegah dengan menganggap seluruh alam sebagai sesuatu yang hidup sekalipun “tidur” pada tingkat-tingkatnya yang lebih rendah Tetapi semua tingkat dunia terarah kepada kesadaran.

9. Schopenhauer menampilkan posisi serupa. Dunia dicirikan seluruhnya oleh hasrat, sedikit banyak sadar, tergantung pada tingkat referensi.

10. Fechner mengemukakan bahwa segala sesuatu bersifat material bila dilihat dari luar, tetapi dilihat dari dalam semuanya hidup dan berjiwa.

11. Lotze mengembangkan suatu monadologi yang membangun realitas dari suatu kontinuum jiwa-jiwa.

12. Kozlov menyediakan suatu sistem yang amat jelas tentang Panpsikisme, sambil menyebutnya dengan nama itu.

13. W.K. Clifford membangun suatu sistem spekulatif yang melukiskan realitas sebagai sesuatu yang terdiri atas “semburan-semburan” yang ditafsirkannya sebagai “bahan-pikiran”.

14. Peirce menafsirkan hukum sebagai karakter tetap alam semesta. Dan menurutnya lebih meyakinkan menjelaskan materi dalam konteks pikiran daripada sebaliknya.

15. William James tertarik pada Panpsikisme pluralistik sebagai alat penghubung kesadaran manusia dengan kesadaran ilahi melalui terbentuknya keyakinan.

16. A.N. Whitehead menjadikan perasaan sebagai suatu kategori universal, dan memahami hubungan dasariah prehensi sebagai suatu hubungan-perasaan.

Panpsikisme dalam Metafisika

Segala sesuatu di alam semesta memiliki a) kesadaran (jiwa, roh, akalbudi) atau b) suatu tingkat kesadaran. Semua dalam eksistensinya mempunyai hidup batin: perasaan, kehendak, pemikiran.

Advertisement