Advertisement

PARADIGMA

Inggris: paradigm. Dari bahasa Yunani para deigma, dari para (di samping, di sebelah) dan dekynai (memperlihatkan: yang berarti: model, contoh, arketipe, ideal).

Advertisement

Istilah “paradigma” semakin penting karena karya ilmuwan Amerika, Th. Kuhn. Menurut Kuhn, (The Structure of Scientific Revolutions, 1962), seorang ilmuwan selalu bekerja dengan paradigma tertentu. Paradigma itu memungkinkan sang ilmuwan untuk memecahkan kesulitan yang muncul dalam rangka ilmunya, sampai muncul begitu banyak anomali yang tak dapat dimasukkan dalam kerangka ilmunya, dan menuntut revolusi paradigmatis terhadap ilmu tersebut.

 

1. Cara memandang sesuatu.

2. Dalam ilmu pengetahuan: model, pola, ideal. Dari model- model ini fenomen yang dipandang, dijelaskan.

3. Totalitas premis-premis teoritis dan metodotogis yang menentukan atau mendefinisikan suatu studi ilmiah konkret. Dan ini melekat di dalam praktek ilmiah pada tahap tertentu.

4. Dasar untuk menyeleksi problem-problem dan pola untuk memecahkan problem-problem riset.

 

 

1. Plato memakai istilah ini dalam kaitan dengan Ide atau Forma, jadi menunjukkan peranannya di dunia.

2. Dalam filsafat kontemporer pusat analisis dan kritik sering merupakan kasus paradigma, yang disajikan sebagai contoh isu-isu yang dibicarakan. Dengan demikian kasus paradigma condong dianggap sebagai mirip dengan pemecahan argumen. Ketika Moore mengacungkan tangannya, seraya berkata “Ini tanganku yang satu dan ini yang satu lagi”, ia sedang menampilkan satu kasus paradigma. Masalahnya apakah prinsip-prinsip Skeptisisme, yang beranggapan kita tidak punya kepastian, dapat meremehkan penyajian itu.

3. Kuhn beranggapan bahwa teori-teori ilmiah dibangun sekitar paradigma-paradigma dasar, misalnya, model tata surya untuk atom, dan perubahan-perubahan dalam teori ilmiah menunt paradigma-paradigma baru.

Incoming search terms:

  • totalitas premis teoritis

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • totalitas premis teoritis