Advertisement

PARALOGISME

Inggris paralogism, dari Yunani para (di sebelah, di samping) dialogos (akal).

Advertisement

Jadi, ide suatu kesimpulan yang tidak sesuai dengan yaitu silogisme yang keliru. Dewasa ini istilah ini dikaitkan hampir seluruhnya dengan Immanuel Kant. Kant, dalam suatu bagian dari “Kritik Dialektika Transendental’-nya yang pertama, membedakan antara paralogisme formal dan paralogisme transendental. Dengan paralogisme transendental dia maksudkan kekeliruan psikologi rasional. Di sini premisnya adalah “saya berpikir” tentang pengalaman. Dan kesimpulannya: manusia mempunyai jiwa yang substansial, abadi, dan tak terpisahkan. Kant juga menamakan ini paralogisme psikologis, dan paralogisme akal murni.

Advertisement