pastoraLism (pastoralisme)

Pastoralisme merupakan bentuk cara hidup yang bertumpu pada pengelolaan binatang-binatang piaraan, di Dunia Lama meliputi domba, kambing, kuda, unta, yak dan rusa kutub dan di Dunia Baru adalah llama dan alpaca. Cara hidup ini mampu beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang jarang turun hujan, pegunungan atau subartik, yang tidak cocok untuk pertanian. Meski demikian, para pastoralis memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan bercocok tanam sendiri atau barter dengan para petani di tempat lain. Tidak banyak yang diketahui mengenai sejarah asli dari pastoralisme ini, tetapi di hampir semua tempat di dunia cara hidup ini timbul sebagai produk sampingan dari intensifikasi pertanian. Hanya di daerah Eurasia yang subartik dan pegunungan Andes di Peru, perekonomian pastoral merupakan kelanjutan dari kegiatan perburuan kawanan hewan liar dari spesies yang sama.

Pastoralis umumnya nomaden. Meski kebutuhan hewan akan rumput membuat kaum Pastoralis sering berpindah lokasi, karakteristik dan luasnya jangkauan perpindahan ini bervariasi antara satu wilayah dengan wilayah lain. Pastoralisme seringkali berbentuk suatu migrasi musiman regional hanya pada kasus-kasus tertentu saja tidak beraturan meskipun sebenarnya hal ini didorong oleh kondisi hujan lokal yang sangat tidak teratur. Banyak pastoralis menghabiskan hidupnya dalam suatu masyarakat yang mapan, atau berpindah dalam rangka mencari tumbuhan dan lahan yang lebih tepat bagi ternak-ternak mereka. Karena hewan peliharaan mereka tidak hanya memberikan makanan dan bahan mentah tapi juga berperan sebagai alat transportasi, banyak pastoralis terjun dalam bidang perdagangan jarak jauh. Perpindahan mereka yang bersifat nomaden juga bisa memiliki arti politik penting, yaitu sebagai strategi untuk menghindar dari dominasi organisasi negara. Orang yang senantiasa berpindah memang sulit untuk ditarik pajak dan diarahkan, karena itu pemerintah pusat selalu berusaha membuat para nomaden ini menetap di satu tempat.

Kebanyakan masyarakat pastoralis adalah egaliter. Berbagai kelompok atau perkemahan lokal memiliki komposisi yang sangat mudah berubah di mana perselisihan diselesaikan oleh pihak-pihak yang terlibat melalui caranya sendiri- sendiri. Namun, kesadaran bahwa hewan merupakan benda bergerak dan produktif tidak hanya membuka kemungkinan terjadinya akumulasi tetapi juga kemungkinan berfungsinya sebagai alat tukar. Transfer hewan dari satu rumah ke rumah yang lain sebagai hadiah, pinjaman atau mahar pernikahan makin melekatkan hubungan sosial. Pada gilirannya, pemilikan hewan membentuk struktur hubungan dalam suatu kelompok dan antar kelompok domestik, yang membuat laki-laki dewasa bisa mengendalikan anak yang menjadi pewarisnya dan yang mungkin membutuhkan hewan untuk pernikahan. Hubungan antara laki-laki dan perempuan tergantung sepenuhnya pada apakah si wanita dapat memiliki hewan ataukah sekadar menjadi perantara transaksi hewan antara dua lelaki.

Masyarakat pastoralis termasuk salah satu kelompok yang paling rapuh di dunia modern. Di masa lalu mereka sering mampu meraih kekuasaan di wilayah-wilayah yang mereka jelajahi karena kekuatan superioritas militer dan penguasaan mereka atas perdagangan. Kehadiran mereka sekarang sering dianggap sebagai aib bagi pemerintah wilayah yang mereka diami. Pembatasan perpindahan, pemaksaan untuk menetap di satu area serta komersialisasi telah mengalahkan strategi tradisional mengenai keamanan, sehingga seringkali krisis ekologi yang dulunya bisa dikendalikan  justru mengakibatkan kerusakan yang membahayakan manusia.