patriarchy (patriarki)

Patriarki  secara harfiah berarti aturan dari pihak ayah merupakan istilah yang dipakai luas untuk berbagai pengertian yang berbeda, yang mencoba mendeskripsikan atau menjelaskan kondisi superioritas laki-laki atas perempuan. Yang perlu dipahami, perbedaan penggunaan istilah ini merefleksikan perbedaan pemahaman hubungan antara alam dan budaya dalam organisasi kehidupan sosial.

Sejarah modern istilah ini dimulai dengan terbitnya buku Ancient Law dari Henry Maine pada tahun 1861. Buku ini menjelaskan bahwa keluarga patriarkat merupakan dasar dan unit universal dari masyarakat (Coward 1983:18). Seperti kebanyakan karya kontemporernya, Maine mendefinisikan masyarakat manusia sebagai sebuah masyarakat yang berdasarkan hukum, dan menganggap legalitas secara historis didirikan di atas otoritas yang diterapkan oleh para ayah pada keluarganya.

Maine mendapat sanggahan dari para ahli teori aliran evolusioner (yang dipengaruhi oleh pemikiran Darwin), khususnya Bachofen (1968 [1861]), McLennan (1865) dan Morgan (1877), yang menyatakan bahwa masyarakat modern berkembang melalui berbagai tahap yang ber-urutan dari alam menuju budaya. Pandangan ini bertentangan dengan pemikiran Maine bahwa organisasi manusia sepenuhnya bersifat sosial sejak awal.

Menurut para evolusionis, tahap awal organisasi manusia bersifat matriarki yang lebih didasarkan pada hubungan biologis antara ibu dan anak daripada hubungan sosial dengan ayah (patriarki), yang merupakan tahap lebih maju dan lebih baru.

Ide patriarki merupakan suatu tahap perkembangan penting yang terdapat juga dalam teori sosial Marx, Engels dan Weber, juga dalam teori psikoanalisis yang dikembangkan oleh Freud. Tulisan Engel (1884) menyoroti hubungan antara pemilikan swasta, keluarga patriarkal dan asal muasal penindasan atas wanita. Kepala rumah tangga yang bersifat patriarkal mengontrol dan mengarahkan wanita sebagai penghasil keturunan.

Jadi, dalam tradisi Morgan, Engel melihat posisi sosial wanita, tidak seperti laki-laki, telah dibentuk oleh sifat alamiah keadaan fisik mereka. Pemikiran Engel ini memberikan kerangka bagi para feminis Marxis untuk mengritik patriarki. Namun, dari sini terjadilah ketegangan terus-menerus antara aliran materialisme historis Marxis yang bersikeras dengan pendapatnya bahwa perubahan hubungan antar kelas akan membebaskan wanita dari penindasan dan implikasi dari pertimbangan biologis Engel yang justru mengemukakan bahwa kemungkinan pembebasan wanita itu tidak akan terjadi.

Upaya-upaya untuk memecahkan kontradiksi ini tidak hanya meliputi perkembangan teori sistem ganda (dalam hal ini adalah Barrett 1988; Delphy 1970-7; Einstein 1979; Rubin 1975) tetapi juga membuat beberapa aliran feminis Marxis menolak penggunaan istilah patriarki sepenuhnya.

Pendekatan Marxis berpendapat bahwa struktur material menentukan hubungan antara laki- laki dan perempuan, sedangkan kaum feminis radikal (misalnya Daly 1978; Dworkin 1981; Millett 1971; Rich 1979) membalikkan persamaan tersebut. Bagi mereka, struktur hubungan nilai- nilai patriarkal antar gender dan ketidaksejajaran gender menjadi paradigma bagi semua ketidakseimbangan sosial serta tidak bisa direduksi untuk kasus-kasus lain. Namun, meski merupakan suatu penjelasan sosial mengenai adanya penindasan gender, pandangan tentang patriarki ini juga cenderung menerima saja perbedaan alamiah antara laki-laki dan perempuan karena fokusnya tertuju pada dikotomi gender yang antagonis.

Dalam perdebatan ini, pertanyaan yang selalu muncul adalah apakah penindasan terhadap perempuan itu bersifat natural ataukah universal.

Karena perspektifnya lintas budaya, antropologi senantiasa memiliki kritik atas asumsi bahwa hubungan antara pria dan wanita di mana pun sama. Tetapi, baru pada tahun 70-an disiplin ilmu ini mulai dilirik oleh perspektif feminis (misalnya Ortner 1974; Reiter 1974;Rosaldo dan Lamphere 1974) dan mulai mengubah fokusnya dari hubungan kekerabatan dekat ke arah gender. Dengan memaparkan bukti-bukti etnografis dari luar Eropa, para ahli antropologi semakin gencar memberikan pendapat bahwa perbedaan-perbedaan biologis antara pria dan wanita tidak harus memperhitungkan atau menjelaskan secara langsung banyaknya cara menguraikan berbagai hubungan antarjenis kelamin. Masyarakat non Barat tidak harus membuat suatu pembedaan dikotomi biologi yang jelas antara pria dan wanita juga tidak harus mempertentangkan alam dengan budaya (e.g. Atkinson dan Errington 1990: MacCormack and Strathern 1980) Konsep mengenai dominasi patriarkal bisa memberikan gambaran yang salah tentang kompleksitas hubungan dan identitas gender, baik dari masyarakat Barat maupun non-Barat. Berbagai tulisan dari pertengahan tahun 80-an dan 90-an telah bergeser jauh dari masalah penyebab patriarki menjadi etnografi perbandingan untuk berbagai komponen identitas gender, termasuk misalnya ras.

Incoming search terms:

  • patriarki
  • pengertian patriarki
  • arti patriarki
  • patriarki adalah
  • pengertian budaya patriarki menurut para ahli
  • teori patriarki
  • patriarki dan matriarki
  • pengertian budaya patriarki
  • pengertian patriarki menurut para ahli
  • patriarki menurut para ahli

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • patriarki
  • pengertian patriarki
  • arti patriarki
  • patriarki adalah
  • pengertian budaya patriarki menurut para ahli
  • teori patriarki
  • patriarki dan matriarki
  • pengertian budaya patriarki
  • pengertian patriarki menurut para ahli
  • patriarki menurut para ahli