Advertisement

PENGALAMAN

Inggris: experience, dari Latin experientia, expeure (mencoba, meng-usahakan).

Advertisement

Beberapa Pengertian

Istilah ini biasa dipakai untuk menunjuk pada informasi yang diperoleh dari pancaindera dan bukan dari akal. Pengertian ini dapat dirinci:

1. Mengalami peristiwa, perasaan, emosi, penderitaan, kejadian, keadaan kesadaran. Indra kita memperoleh rangsangan. Dan kita mengatakan mempunyai suatu pengalaman karena kit telah melihat atau mendengar atau mencicipi, dan sebagainya.

2. Hasil pengindraan ditambah tanggapan.

3. Pengetahuan yang muncul dari kegiatan pribadi, praktek dai keterampilan praktis

4. Kemampuan atau bakat untuk menjalankan sesuatu yang muncul dari hal-hal yang terdapat pada nomor 1 dan 2.

5. Keadaan kesadaran seperti dalam merasa, meragukan keyakinan berpikir, menikmati komposisi musik. (Terdapat kontrovers filosofis mengenai apakah ada perbedaan atau tidak antar pengalaman-pengalaman langsung semacam ini dengan keinsyafan bahwa seseorang sedang memilikinya.) Bandingkan dengai eksperiensial, persepsi, sensasi (pencerapan).

6. Pemahaman langsung terhadap orang atau benda-benda ter tentu. Bukan pemahaman melalui buku. Juga bukan hasil per menungan. Pengetahuan melalui buku, berarti pengalamai yang sudah direnungkan oleh orang lain. Menurut arti biasa ini dikatakan bukan pengalaman. Karena tidak ada kontal langsung dengan alam (manusia dan objek-objek lainnya), ha itu tidak dikatakan pengalaman.

Pandangan Beberapa Filsuf

1. Locke memandang pengalaman sebagai asal semua ide; scmenta ra pikiran ia anggap sebagai tabula rasa (kertas putih bersih tempat pengalaman direkam). Bahkan ide-ide Locke mengena refleksi merupakan hasil pengalaman batin.

2. Avenarius memperkenalkan istilah “pengalaman murni” sebaga basis filsafat empiriokrittsismenya. Dengan ungkapan ini tidal lain dia maksudkan data, tanpa asumsi-asumsi.

3. Pada tahap-tahap kemudian dari pemikirannya, William Jame: mengangkat istilah ini dan menjelaskan tubuh maupun pikirat dalam konteks “pengalaman murni”.

4. Ward membagi pengalaman mental ke dalam tipe kognitif afektif, dan konatif.

5. Kategori pengalaman banyak digunakan oleh kaum ideali: modern. Bradley, misalnya, memikirkan yang absolut sebaga suatu “pengalaman absolut”; dan Royce mengetengahkan karakter fragmenter pengalaman manusia di hadapan pengalaman absolut.

6. Dewey menggunakan pengalaman sebagai kategori pokok. Baik pengamatan maupun penalaran terjadi di dalam pengalaman dan, bersama-sama, membentuknya. Semua pembedaan lalu merupakan pembedaan di dalam pengalaman.

7. Petzoldt mengikuti Avenarius, dengan mengembangkan filsafat pengalaman murni.

Dari Segi Filsafat

Secara filosofis, pengalaman, dalam arti luas, berarti persepsi dalam tingkat sederhana, tidak berbelit-belit. Perlu ditekankan, pengalaman dalam arti ini menunjukkan sentuhan indrawi dengan hal-hal yang di luar, tetapi jelas tidak murni. Dalam arti sempit (misalnya, yang dibuat oleh Aristoteles), persepsi partikular tidak digolongkan sebagai pengalaman, tetapi dikatakannya sebagai pengalaman (empeiria) kalau merupakan konsentrasi, perpaduan kental banyak persepsi dan hasil ingatan akan jenis hal yang sama dan dalam perpaduan kental itu elemen yang sama ditangkap dalam sebuah gambaran sistematis. Dalam arti lebih sempit (pandangan Kant dapat dimasukkan dalam kategori ini), tidak setiap keputusan yang berdasarkan persepsi merupakan pengalaman, tetapi hanya persepsi yang mengandung bentuk a priori pemahaman dan yang karenanya mempunyai keabsahan universal.

Pengalaman dibedakan antara pengalaman eksternal dan penga-laman internal. Juga pengalaman prailmiah dan pengalaman ilmiah. Isi pengalaman terkadang disebut murni indrawi. Seandainya dalam pandangan ini segi objek yang dapat ditangkap oleh daya indrawi ditolak, pendapat ini ditolak juga.

Pengalaman merupakan keadaan subjektif kesadaran. Tekanan lebih pada soal ruang dan waktu. Subjek dalam keadaan seperti ini lebih bersifat menerima. Sesuatu datang, terjadi atas pribadi tertentu. Pribadi itu dalam arti tertentu dibatasi oleh apa yang diterimanya. Pengalaman juga berbeda dari berpikir. Berpikir merupakan sesuatu yang aktif dari pihak subjek, mengatasi impresi yang diterima begitu saja.

Ditinjau dari sudut epistemologi khususnya pandangan kaum empiris pengalaman hanya menunjuk pada hasil pengindraar Hasil pengindraan ini disebut data indra.

Pengalaman juga merupakan totalitas seluruh pengamatar yang disimpan di dalam ingatan dan digabungkan dengan suat pengharapan akan masa depan, sesuai dengan apa yang telah di amati pada masa silam.

Pengalaman Mistik

1. Keadaan kesatuan dengan suatu realitas lebih tinggi atau de

ngan Tuhan yang mempesona, menggairahkan dan tak terhi kiskan.

2. Identifikasi diri dengan totalitas segala sesuatu yang bersifat ekstatis. Identifikasi atau penyamaan diri seperti ini dinyatakan dengan ungkapan: “Semua adalah Satu dan Satu adalah Se mua”. Lihat ekstase.

3. Ada pandangan yang menyatakan bahwa pengalaman misti itu merupakan keadaan tidak sadar di mana jiwa manusis melebur dalam kekosongan. Pandangan lainnya membentangkan pengalaman mistik sebagai pengalaman manusia terhadaf kehadiran Tuhan secara langsung. Di sini, aku seseorang meningkat menjadi kesadaran akan Tuhan.

Ciri khas dari pengalaman mistik dapat diurutkan sebagai berikut.

1. Riang gembira, gembira luar biasa.

2. Intens dan unik tak terlukiskan.

3. Pengalaman yang sangat penting, serta berarti dalam kehidupan seseorang.

4. Mempunyai pengaruh abadi dan total atas kehidupan seseorang, yang melengkapinya dengan keselamatan, ketenteraman, cahaya, kebahagiaan, berkah, yang tidak ada sebelumnya.

5. Mengalihwujudkan hakikat moral seseorang, nilai-nilai, intuis intuisi.

6. Pengalaman tersebut bersifat sementara (namun menyingkap kan sesuatu yang abadi).

7. Pengalaman tersebut pasif. Ia mendatangi seseorang secan tiba-tiba, pada saat dan tempat-tempat yang tidak terkirakai sebelumnya (kendati ada bentuk pengalaman mistik yang dapat disebabkan oleh hal-hal seperti: kontemplasi rasional, meditasi, praktek askese, obat-obatan).

8. Suatu perasaan, dan/atau suatu penglihatan akan suatu perjumpaan dengan suatu realitas yang tidak biasa yang tidak pernah dirasakan atau dilihat dalam suatu pengalaman biasa. Realitas itu merupakan suatu identifikasi atau kesatuan.

9. Suatu perasaan identik (dan kadang-kadang: komunikasi) dengan realitas yang luar biasa di mana diri dilebur atau disatukan.

10. Pengalaman tersebut bersifat noetik. Suatu pengetahuan diperoleh tentang suatu realitas yang tidak dapat diperoleh dengan beberapa cara lain.

11. Pengetahuan tersebut tak terlukiskan, tak dapat dikomunikasikan, dan tidak pernah dapat sepenuhnya ditaruh dalam bahasa atau skema-skema pemahaman konseptual.

12. Pengalaman mistik itu sendiri dan pengetahuan yang diperoleh dengan cara itu tidak pernah dapat dilukiskan atau dikonsep-tualisasikan (namun demikian upaya-upaya dilakukan melalui sarana-sarana metafora, analogi, paradoks, perbandingan puitis. Upaya itu sendiri tidak diharapkan untuk mengkomuntkasikan ciri pengalaman atau isi pengetahuan yang diperoleh itu, tetapi untuk membangkitkan, menggairahkan, menghangatkan isyarat-isyarat pengalaman, suatu pengalaman tersembunyi dalam semua orang).

 

Pengalaman Murni

1. Keadaan mental tertentu yang bersifat langsung seperti: pencerapan, perasaan, citra sebelum (atau sama sekali tanpa) penafsiran, penilaian, konseptualisasi dan strukturisasi.

2. Keadaan mental seperti pencerapan, perasaan, citra yang tetap ada ketika dibersihkan dari interpretasi, penilaian, konseptualisasi, dan strukturisasi.

Pengalaman Religius

Pencirian pengalaman religius terdiri dari bermacam bentuk. Ini berdasarkan dua pandangan.

1. Pandangan bahwa pengalaman religius mempunyai objek, bahwa kita langsung bertemu dengan Sang Ada Ilahi.

2. Pandangan bahwa pengalaman religius tidak mengacu ke sebui objek melainkan ke suatu kualitas pengalaman, ke pengalaman sempurna atau pengalaman puncak di mana seseorang mera beraktualisasi atau di mana seseorang menjadi sadar seca ekstatis akan ideal-idealnya dan aspirasi-aspirasinya yang te tinggi.

Incoming search terms:

  • pengertian pengalaman
  • definisi pengalaman
  • àrti pengalaman
  • pengertian pengalaman pribadi
  • pengertian pengalaman batin
  • apa itu pengalaman
  • artikel pengertian pengalaman
  • pengalaman batin adalah
  • pengalaman ar
  • pengalaman artinya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian pengalaman
  • definisi pengalaman
  • àrti pengalaman
  • pengertian pengalaman pribadi
  • pengertian pengalaman batin
  • apa itu pengalaman
  • artikel pengertian pengalaman
  • pengalaman batin adalah
  • pengalaman ar
  • pengalaman artinya