ARTI-PENGERTIAN ETNOGRAFI

76 views

Telah dikemukakan bahwa etnografi, yaitu suatu deskripsi dan analisa tentang satu masyarakat yang didasarkan pada penelitian lapangan, menyajikan data-data yang bersifat hakiki untuk semua penelitian antropologi budaya. Oleh karena itu, untuk suatu studi perbandingan dari masyarakat-masyarakat dalam satu kawasan atau perbandingan dari masyarakat sampel dari seluruh dunia, dibutuhkan data etnografis tentang setiap masyarakat dalam sampel yang dipelajari. Untuk usaha-usaha pembentukan teori, etnografi yang bahannya dihimpun berdasarkan pengamatan yang mendalam, dari tangan pertama dan dilakukan dalam jangka panjang, menyediakan bagi seorang peneliti suatu deskripsi yang kaya tentang gejala-gejala yang luas ruang lingkupnya. Dengan demikian etnografi dapat mendorong pemikiran tentang bagaimana kaitan di antara aspek yang berbeda-beda dari suatu kebudayaan dan juga bagaimana kaitannya dengan berbagai segi dari alam sekitar. Waktu di lapangan ahli etnografi mempunyai kesempatan untuk dapat mengetahui konteks yang menyeluruh dari kebiasaan-kebiasaan masyarakat itu dengan menanyakan tentang kebiasaan-kebiasaan itu kepada para warga masyarakat dan dengan mengamati gejala-gejala yang tampaknya berhubungan dengannya. Malahan pengamatan tambahan dapat ia lakukan jika pemikirannya mengenai suatu penjelasan dari beberapa kebiasaan menjadi semakin kongkret sehingga pengumpulan informasi-informasi yang baru yang berkaitan dengan kebiasaan tersebut sudah dapat dilakukan. -Dalam arti ini, ahli etnografi mirip dengan seorang dokter yang sedang mencoba untuk mengerti mengapa seorang pasien menunjukkan simtom-simtom tertentu. Seperti halnya dengan dokter yang mengumpulkan informasi tentang kondisi fisik si pasien secara menyeluruh agar dapat mengetahui apakah diagnosa permulaannya tepat, ahli etnografi pun sering kali mula-mula merumuskan suatu penjelasan dan kemudian mengumpulkan data lebih lanjut untuk memberi bobot pada pendapatnya.

Meskipun etnografi sangat berguna untuk menghasilkan penjelasan- penjelasan, namun pada umumnya tidak cukup bahannya untuk pengujian hipotesa-hipotesa. Sebagai contoh, seorang ahli etnografi mungkin berpendapat bahwa suatu masyarakat tertentu mempraktekkan poligini (perkawinan di mana seorang laki-laki pada waktu yang sama mempunyai ikatan perkawinan dengan dua at^u lebih wanita) karena adanya jumlah laki-laki yang lebih sedikit dari wanita. Tapi ketepatan dari pendapat itu barulah dapat agak dipastikan bila studi perbandingan mengenai suatu sampel masyarakat-masyarakat memperlihatkan bahwa adanya jumlah wanita yang lebih dari pria pada umumnya berkaitan dengan poligini. Lagipula mungkin saja bahwa kedua kondisi itu terdapat dalam satu masyarakat berdasarkan perkembangan sejarah di situ. jadi tidak disebabkan oleh adanya hubungan tertentu antara kedua keadaan tersebut di atas. Akan halnya analisa tentang satu studi kasus, satu-satunya cara untuk dapat menggunakannya menguji suatu teori adalah jika kasus tersebut dapat membuktikan kesalahan dari suatu teori yang dipandang bersifat universal. Jadi penelitian lapangan Margaret Mead di Samoa sebagaimana dilaporkan dalam Corning of Age in Samoa, 1928 (Menjadi dewasa di Samoa), cukup untuk menolak teori bahwa proses menjadi dewasa harus selalu disertai oleh tekanan jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *