Advertisement

KOMPONEN PEMBULUH, Komponen pembuluh terdiri atas sel-sel silinder yang mati setelah dewasa, dan ujungnya saling bersatu membentuk sebuah tabung penghantar air bersel banyak yang disebut pembuluh. Dinding ujung (kadangkadang juga dinding samping) komponen pembuluh ini menjadi berlubang-lubang tempat air lewat dengan bebas dari satu sel ke sel lain ( 3. 7d — f). Oleh karena itu, bentuk pembuluh bukanlah sederetan sel yang saling bertindihan, akan tetapi suatu tabung yang strukturnya mirip sebuah talang. Komponen pembuluh pada umumnya lebih pendek dan lebih lebar daripada trakeid, akan tetapi membentuk juga dinding sekunder berlignin sama seperti pada trakeid dan memperlihatkan pola penebalan dinding ujung yang serupa pula (gelang, pilin, dan sebagainya).
Komponen pembuluh memulai pertumbuhannya sebagai sel yang terpisah-pisah dengan dinding primer yang sinambung. Tetapi pada tahapan tertentu dalam perkembangannya, lamela tengah akan membengkak pada tempat yang nantinya akan jadi. berlubang-lubang ( 3.9). Kemudian dinding sekunder .pun berkembang, tetapi tidak di daerah yang tetap tinggal sebagai dinding primer tipis atau daerah yang kelak berlubang-lubang (misalnya noktah primordial). Ketika komponen pembuluh menjadi dewasa, dinding primer dan lamela tengah pada daerah perforasi (berlubang-lubang) akan hancur sehingga terbentuk lubang-lubang menganga. Daerah ini (disebut papan perforasi) dapat saja berbentuk sederhana, yaitu hanya satu lubang besar, tetapi mungkin juga berlubang banyak ( 3.7d —f, h, i). Pada pembuluh dewasa yang berpapan perforasi sederhana, posisi awal tiap dinding silang sering ditandai oleh adanya lingkaran penebalan yang kelihatan jelas sekeliling lumen pembuluh. Panjang pembuluh ada batasnya, walaupun memang sering menjulur sampai beberapa meter. Jika pembuluh sampai pada ujungnya, komponen pembuluh ujung berlubang-lubang pada ujung proksimalnya, tetapi tidak pada ujung distalnya. Oleh karena itu, aliran air dari satu pembuluh ke pembuluh lain akan terjadi sepanjang daerah dinding primer (seperti pada noktah), sama halnya dengan yang terjadi pada trakeid.
Pada penampang melintangnya, biasanya sebuah pembuluh dapat dikenali dari adanya penampang yang besar dan hampir bulat. Kalau trakeid yang terbesar saja diameternya jarang
melebihi 100 gm malahan kebanyakan lebih kecil lagi, maka diameter pembuluhsendin lazimnya 300 gm ‘dan padabeberai pa tumbuhan, terutama liana, !diameter pembuluhImencapai 700 /Int Diameter pembuluh yang besar itu, besama-sama dengan lubang-lubang pada dinding ujungnya, memungkinkan air disalurkan lebih efisien lagi dalam pembuluh ini daripada dalam trakeid.

Advertisement
Advertisement