Advertisement

KORTEKS DAN EMPULUR, Menurut posisinya pada batang, mudah dimengerti bahwa empulur berasal dari meristem rusuk ujung pucuk, sedangkan korteks berasal dari meristem sisi. Korteks biasanya dibagi menjadi dua bagian. Korteks luar, yang kadang-kadang tidak ada, terdiri atas sebuah lapisan yang hampir sinambung dengan kolenkima yang berdesakan rapat atau lebih sering terdiri atas lapisan selang-sering antara kolenkima dan parenkima. Korteks dalam terdiri atas parenkima yang berdesakan longgar dengan ruang antarsel yang jelas dan berhubungan dengan ruang udara di bawah stomata. Sel-sel korteks, terutama parenkimanya, berisi banyak sekali kloroplas yang memberi warna hijau pada daerah ini selama tumbuhan itu hidup. Lapisan terdalam korteks tidak membentuk endodermis yang nyata seperti dalam akar, tetapi sering berisi banyak butir pati walaupun sel tetangganya berisi sedikit saja atau bahkan kadang-kadang kosong sama sekali. Karena itu lapisan itu dapat dikenali sebagai seludang pati yang sinambung. Dinding radial dan melintang seludang pati saling menempel tepat sekali, sehingga tidak ada ruang antarsel yang menghubungkan korteks dengan jaringan yang terletak lebih dalam lagi. Jika tidak ada pati terkumpul pada lapisan dalam korteks, maka sulit atau tidak mungkin dapat dibedakan antara korteks dan parenkima daerah antarsel. tudung di sebelah luar jalur floem dan berlaku sebagai batas luar floem. Jika tidak ada serat protofloem, bagian luar floem itu tidak jelas batasannya dengan korteks, sebab berbeda dengan pada akar, pada batang tidak terdapat lingkaran tepi yang memisahkan jaringan pembuluh dari korteks. Pada batang beberapa jenis tumbuhan, misalnya anggota Cucurbitaceae (suku timun-timunan), Convolvulaceae (suku kangkungkangkungan), dan Solanaceae (suku terung-terungan), jalur floem ini berkembang, baik ke bagian dalam maupun ke bagian luar ( 5.7a). Ikatan demikian, yang berisi floem luar dan floem dalam, disebut bikolateral, untuk membedakannya dengan tipe kolateral biasa.
Walaupun sistem pembuluh pada semua batang dikotil dapat ditafsirkan sebagai cincin ikatan pembuluh yang terpisah oleh parenkima antarberkas, ikatan pembuluh pada sebagian besar pohon dan perdu mirip satu sama lain dan membentuk silinder yang sinambung ( 5. 7b). Satu-satunya indikasi bahwa silinder semacam itu dapat dianggap tersusun atas ikatan pembuluh yang terpisah-pisah ialah adanya tonjolan massa protoxilem berbentuk baji ke dalam empulur. Pada batang yang mempunyai ikatan pembuluh berdekatan, serat-serat yang berbeda di bagian luar floem juga akan membentuk silinder yang sinambung atau hampir sinambung, langsung di bawah korteks.

Advertisement
Advertisement