Advertisement

KORTEKS, Di sebelah dalam epidermis terdapat korteks yang menempati sebagian besar irisan melintang akar. Korteks terutama terdiri atas sel-sel parenkima berdinding tipis yang tersusun longgar. Dalam irisan melintang, korteks tampak seperti lingkaran, :etapi dalam arah membujur, tampak memanjang, sehingga Dentuk yang sesungguhnya lebih menyerupai suatu silinder daripada bola. Dalam korteks ini terdapat sistem rongga antarsel yang membentang sejalan dengan panjang akar. Sel-sel korteks sering mengandung butir-butir pati dalam jumlah anyak ( 4.5b). Ada kalanya satu sampai beberapa lapisan sel yang terletak di bawah epidermis dinding selnya mengandung suberin, sehingga secara morfologi tampak berbeda dengan sel-sel korteks di bawahnya. Bila ada, lapisan sel khusus seperti ini disebut eksodermis. Lapisan sel korteks terdalam yang terdiri atas sel-sel berbentuk kotak dan tersusun rapat tanpa rongga antarsel disebut endodermis. Secara kolektif sel-sel ini membentuk sebuah silinder ( 4.5d) yang membungkus jaringan pembuluh. Sel-sel endodermis dicirikan dengan pita khas hasil peneba.lan lapisan suberin pada dinding radial dan melintang. Pita ini disebut pita Caspary ( 4.5c), dan dinamakan demikian untuk menghormati Caspary yang menemukannya. Pita Caspary ini bukanlah sekadar penebalan dinding sel setempat yang disebabkan oleh penambahan bahan dinding sekunder, tetapi merupakan pengendapan suberin (atau suberin dan lignin) dalam seluruh bagian dinding sel yang berdampingan, termasuk lamel tengah. Protoplas melekat dengan kokoh pada pita Caspary, sehingga bila sel-sel endodermis diplasmolisis, sitoplasma terlepas dari dinding tangensial tetapi masih tetap melekat pada dinding melintang. Bila dilihat pada irisan melintang akan tampak an plasmolisis yang sangat khas, yaitu protoplas terentang dalam sel sebagai pita yang tidak terputus ( 4.5f). Karena pita Caspary tidak tembus air, tampaknya air dan zat-zat terlarut tidak dapat melintasi endodermis, kecuali melalui protoplasma hiduk sel-sel endodermis. Oleh karena itu, sel-sel endodermis pasti mempunyai pengaruh dalam pengendalian gerakan air dan zat-zat tersebut. Tidak diragukan lagi bahwa endodermis merupakan “rintangan fisiologis” yang penting antara korteks dan silinder pembuluh, meskipun fungsinya yang tepat masih belum diketahui.

Advertisement
Advertisement