Advertisement

UJUNG BATANG, Morfologi luar pucuk yang merupakan gabungan daun dan batang telah diuraikan dalam Bab 1 dengan bantuan 1.1. Sebagaimana dinyatakan pada bab itu, batang selalu berujung pada kuncup yang tersusun atas sejumlah daun kecil yang mengelilingi dan menyelubungi bagian pusat kuncup itu, dan disebut ujung batang. J ika sebuah penampang tengah membujur kuncup ujung diamati di baWah mikroskop, maka akan tampak bahwa bagian yang paling ujung dari ujung batang terdiri atas suatu massa berbentuk kubah dan tersusun atas sel-sel meristem ( 5.1). Pada sisi-sisi meristem ujung ini terdapat setumpuk jaringan yang merupakan cikal-bakal atau primordium daun-daun muda. Sepasang primordium daun seperti itu berada tepat di belakang meristem ujung seperti tampak pada 5.1. Permukaan meristem ujung dan primordium daun tertutup oleh kutikula tipis yang berlanjut menjadi kutikula (tebal) yang menutupi seluruh bagian pucuk primer itu.
Walaupun meristem ujung adalah suatu daerah tempat sel secara aktif membelah diri, bagian ini bukan hanya terdiri atas suatu massa sel embrio yang homogen, melainkan juga suatu susunan yang sangat teratur. Menurut pendapat modern yang paling banyak diterima, meristem ujung ini terdiri atas dua bagian utama yang berbeda cara pembelahan selnya. Pada bagian luar terdapat lapisan yang disebut tunika, yang tebalnya satu atau beberapa lapis sel. Sel-sel lapisan ini membelah diri dengan cara membentuk dinding yang tegaklurus dengan permukaan (antiklinal). Akibatnya, tunika itu tumbuh meluas, tidak menebal. Di sebelah dalam tunika ini terdapat korpus, yaitu suatu kelompok sel yang membelah diri secara berlapis-lapis termasuk secara periklinal (yaitu terbelah oleh dinding-dinding yang sejajar dengan permukaan), sehingga volume massa itu membesar.
Primordium daun terbentuk pada permukaan bagian meristem di tempat beberapa sel korpus membelah diri dan membentuk jaringan yang berupa gundukan kecil yang merupakan landasan bagi tunika. Sel-sel tunika pada tempat itu membelah diri sejalan dengan pertumbuhan gundukan itu, sehingga tunika menjadi lapisan penerus pada perkembangan primordium daun. Pada beberapa tumbuhan, primordium daun berbentuk menjari, yang pada perkembangan selanjutnya menjadi daun yang perlekatannya dengan batang menyempit. Pada tumbuhan lain, primordium itu berupa kambi (ridge) melingkari seluruh atau sebagian batang. Dalam, hal ini, primordium tumbuh menjadi daun yang berpangkal lebar, yang bahkan mungkin membungkus batang (menjadi seludang), seperti dijumpai pada tumbuhan monokotil. Walaupun bentuk daun berbeda-beda, primordiumnya akan memanjang dengan cepat, sehingga akan melengkung menutupi ujung batang dan membentuk bagian kuncup ujung. Selama masa awal perpanjangan ini, daun menjadi suatu bagian pipih dan khas, sebagai akibat laju pembelahan sel yang cepat sepanjang kedua nisi primordium itu.

Advertisement
Advertisement