Advertisement

Pengetahuan Esensial

Pengetahuan esensial merupakan pengetahuan yang memungkinkan tersingkapnya atau menjadi jelasnya hakikat sesuatu (apanya objek) Ini kontras dengan pengetahuan empiris belaka, karena penge tahuan jenis ini hanya menangkap tampakan-tampakan indrawi yaitu, bagaimana tampaknya sesuatu. Penangkapan langsung dai seketika terhadap hakikat (esensi) dari eksisten konkret dapat di sebut intuisi esensial. Beberapa bentuk dari intuisionisme menji andaikan atau menerima adanya (eksistensi) intuisi esensial dalar diri manusia. Dan menurut paham ini, intuisi esensial itu tida tergantung dari pengalaman. Sedangkan di pihak lain, empirism menyangkal atau menolak seluruh intuisi esensial. Sebab, menun kaum empiris, kita tidak memiliki intuisi. Yang ada hanyala pengalaman.

Advertisement

Intuisionisme (kecuali beberapa bentuk yang dikatakan di ata dan empirisisme menganut pandangan yang sama, yakni, peng: laman manusiawi bersifat indrawi belaka. Berbeda dengan kedi pandangan ini, filsafat sejak semula mempertahankan bahwa suatu penangkapan langsung dan segera terhadap yang esensi di dalam pengalaman yang kita hayati. Itulah yang dimaksud d ngan ungkapan intelligibile in sensibili. Yaitu, isi sebuah obji indrawi yang dapat ditangkap atau dipahami oleh akal budi (s cara intelektual). Isi ini disebut isi esensial. Kalau isi esensial i diabstraksikan dari objek konkret dan dipikirkan sebatas dirin sendiri, kita menemukan konsep esensial. Konsep-konsep esens merupakan praandaian yang perlu untuk memahami secara a priori hubungan-hubungan esensial.

Pengetahuan esensial langsung dalam diri manusia sangat terbatas. Teori abstraksi yang dikembangkan oleh kaum skolastik sama sekali tidak mau mengatakan, sebagaimana dikesankan oleh banyak orang, bahwa kita dapat dengan mudah menangkap secara langsung hakikat (esensi) spesifik segala sesuatu (misalnya, manusia, kuda, dan sebagainya). Juga, teori itu tidak mau mengatakan bahwa dari hakikat ini kita dapat mendeduksikan secara a priori semua determinasi selanjutnya. Sebaliknya, semula hanya ciri-ciri indrawi tertentu saja bukan semuanya ditangkap secara hakiki. Pengetahuan esensial yang paling rendah terjadi dalam (karena) hal ini. Yakni, hal tertentu itu ditangkap sebagai suatu eksisten.

Oleh sebab itu, barangkali lebih baik kita berbicara tentang “yang esensial” dari intuisi ketimbang tentang “hakikat” (esensi). Esensi substansial dari segala sesuatu dikenal hanya secara tidak langsung, yaitu bertolak dari ciri-ciri esensial yang ditangkap secara langsung. Meskipun begitu, pengetahuan esensial kita tetap amat terbatas. Spesies ilmu-ilmu alamiah (yaitu, binatang, tumbuhan, benda mati) sebagian teramat besar dikenal atau diketahui hanya dengan konsep-konsep universal empiris. Konsep-konsep tersebut tidak menyajikan hakikat inti segala sesuatu melainkan hanya jenis-jenis tipikal hal-hal yang tampak.

Incoming search terms:

  • pengertian esensial
  • esensial
  • arti esensial
  • esensial adalah
  • apa itu esensial
  • pengertian essensial
  • Definisi esensial
  • Apa yang dimaksud dengan esensial
  • arti essensial
  • pengetahuan esensial

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian esensial
  • esensial
  • arti esensial
  • esensial adalah
  • apa itu esensial
  • pengertian essensial
  • Definisi esensial
  • Apa yang dimaksud dengan esensial
  • arti essensial
  • pengetahuan esensial