Advertisement

PENGETAHUAN

Inggris: knowledge.

Advertisement

Beberapa Pengetahuan

1. Pengenalan akan sesuatu.

2. Keakraban atau perkenalan dengan sesuatu dari pengalaman aktual.

3. Apa yang dipelajari.

4. Persepsi jelas tentang apa yang dipandang sebagai fakta, kebenaran, atau kewajiban.

5. Informasi dan/atau pelajaran yang dipelihara dan diteruskan oleh peradaban.

6. Hal-hal yang ada dalam kesadaran (keyakinan, gagasan, fakta, bayangan, konsep, paham, pendapat) yang dibenarkan dengan cara tertentu dan dengan demikian dipandang sebagai benar.

7. Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. Dalam peristiwa ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui itu pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif.

Pengetahuan mengacu ke fakta yang mengagumkan bahwa suatu eksisten, yang mengetahui, bukan hanya hadir di tengah-tengah eksisten-eksisten lain, melainkan juga, seolah-olah, transparan kepada dirinya sendiri, sadar akan dirinya sendiri dan dengan demikian “hadir bagi dirinya sendiri”. Akan tetapi, yang mengetahui juga maju melampaui dirinya sendiri tatkala dia merefleksikan yang lain di dalam dirinya sendiri dan karenanya “dalam arti tertentu menjadi segala sesuatu”, sebagaimana dikatakan Aristoteles.

8. Dalam arti luas, pengetahuan berarti semua kehadiran intensional objek dalam subjek. Tetapi dalam arti sempit dan berbeda dengan imajinasi atau pemikiran belaka, pengetahuan hanya berarti putusan yang benar dan pasti (kebenaran; kepastian). Di sini subjek sadar akan hubungan-hubungannya sendiri dengan objek dan sadar akan hubungan objek dengan eksistensi. Pada umumnya, adalah tepat kalau mengatakan pengetahuan hanya merupakan pengalaman “sadar”. Karena, sangat su melihat bagaimana persisnya suatu pribadi dapat sadar ak suatu eksisten tanpa kehadiran eksisten itu di dalam dirinya.

Pengetahuan sebagai sebuah kegiatan intensional harus dit dakan dari kegiatan-kegiatan intensional lainnya, seperti kegiatan-kegiatan kehendak.

Penggunaan Istilah dalam Sejarah Filsafat

1. Bagi filsafat Yunani kuno, pengetahuan (episteme) berbeda deng opini (doxa). Pengetahuan bentuk tertinggi adalah kebijaksana (sophia), yang merupakan pengetahuan tentang keseluruhan (b? Plato) dan pengetahuan tentang prinsip-prinsip pertama at sebab-sebab pertama segala sesuatu (bagi Aristoteles). Dala kebijaksanaan Aristoteles memberikan intuisi peranan penting.

2. Weigel membedakan antara pengetahuan autentik dan inaute tik. Yang pertama berhubungan dengan pengetahuan roha batiniah, dan yang kemudian dengan hal-hal eksternal.

3. Swedenborg, dalam suatu pengadaptasian religius doktrin Pla tentang mimesis (ingatan kembali), menyatakan bahwa mami! memiliki pengetahuan total dalam jiwanya, tetapi pengetahu itu telah mati melalui kejatuhan manusia. Swedenborg beran gapan bahwa kejatuhan itu memisahkan jiwa manusia d. akalnya.

4. Tradisi empiris mengasalkan pengetahuan dari pengindraa Locke mengangkat pendekatan ini, seraya membedakan peng tahuan ke dalam tiga tipe: intuitif, demonstratif, dan sensit Condillac merupakan wakil Perancis dari pendekatan ini.

5. Bagi Kant, pengetahuan teoritis berhubungan dengan Versta (pengertian), menuntut struktur kategoris, dan bersifat regulat

6. Comte menaruh perhatian pada tata perkembangan dalam pengetahuan. Menurutnya, tata atau urutan itu dari yang abstrak ke yang konkret, mulai dengan matematika dan berakhir dengan sosiologi.

7. Russel membedakan antara “pengetahuan karena berkenala dan “pengetahuan berdasarkan deskripsi”.

8. Ortega y Gasset mengembangkan pemikiran bahwa pengetahuan mesti berakar pada keyakinan pra-rasional.

Advertisement