Advertisement

ARTI PENGUKUR CURAH HUJAN – Alat pencatat tinggi kolom air hujan selama kurun waktu tertentu, biasanya 24 jam. Tinggi air hujan yang tercatat ini dinyatakan per hari, bulan, dan tahun. Badan Meteorologi dan Geofisika meletakkan alat ini di berbagai tempat di kota-kota seluruh Indonesia untuk mengetahui curah hujan minimum dan maksimum sepanjang tahun di tempat-tempat tersebut. Untuk mengakuratkan pengukuran, umumnya alat ini diletakkan di tengah tanah lapang yang jauh dari gedung-gedung dan pepohonan.

Bentuk pengukur curah hujan sangat sederhana. Alat ini berupa silinder dengan dua bagian yang berdiri di atas kaki tiga. Bagian pertama adalah tabung luar yang berdiameter lebih besar. Bagian kedua berupa corong dengan diameter sama dengan tabung luar dan berhubungan dengan tabung dalam – tempat dilakukannya pengukuran air hujan yang berdiameter 0,1 kali diameter corong di atasnya. Bagian ini dapat diangkat dan dipindahkan. Untuk menghindari kebocoran, mulut corong dan mulut tabung luar bersinggungan rapat. Air hujan masuk ke dalam corong, lalu mengalir ke tabung dalam.

Advertisement

Bila ada 1 milimeter air yang masuk ke dalam corong, air itu akan memenuhi tabung dalam setinggi 10 milimeter. Tinggi air dalam tabung ini diukur dengan mistar khusus. Dengan mistar ini kedalaman 10 milimeter menghasilkan pembacaan 1 milimeter (curah hujan). Jika hujannya sangat deras dan airnya melebihi kapasitas tabung dalam sehingga meluap, luapan ini akan masuk ke dalam ruangan kosong di antara tabung luar dan tabung dalam – tempat pengukuran dilakukan. Setelah hujan reda, pertama kali pengukuran dilakukan untuk air di dalam tabung dalam. Setelah diukur, air ini dibuang dan diganti dengan air dari tabung luar, dan air ini kemudian diukur. Curah hujan sesungguhnya adalah jumlah kedua pengukuran ini.

Incoming search terms:

  • hujan minimum
  • materi pengukuran curah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • hujan minimum
  • materi pengukuran curah