Advertisement

PERANG

Inggris: war.

Advertisement

Masalah Etis

Perihal dibolehkannya perang secara etis, pertanyaan-pertanya berikut harus dijawab.

1) Apakah perang sama sekali diizinkan diperbolehkan atau tidak.

2) jika demikian, apakah kond atau syarat yang perlu sudah terpenuhi atau tidak dalam kas tertentu.

Jawaban

1. Secara umum, perang tidak mutlak dilarang. Jika pencip berdasarkan hukum moral kodrat, menghendaki pengorganisasian bangsa-bangsa ke dalam negara-negara, ia harus menyedi kan cara-cara atau alat-alat yang perlu bagi mereka. Tetapi i termasuk bukan hanya hak untuk menentukan hukuman atas para penjahat di dalam batas-batas negaranya sendiri termasuk pula hak untuk membela diri dan perlindungan terhadap para musuh dari luar yang secara tidak adil menyerai negaranya.

Sebagian pemikir memperluas hak ini, sampai meliputi h untuk mendapatkan kembali sesuatu yang telah diambil seca tidak adil. Menyangkal hak pembelaan diri yang umum diak dalam hukum internasional, sama dengan mendukung penyerang yang tamak dan tidak bertanggungjawab secara moral. Dan ini sekaligus mengancam perdamaian sejati di anta bangsa-bangsa, karena, perdamaian sejati di antara bangs bangsa menuntut hak, dan terkadang pula kewajiban membela otonomi bangsa sendiri.

Namun demikian, demi bolehnya perang secara moral sejumlah kondisi harus dipenuhi, antara lain: ketidakadilan aktual, pasti dan serius, kemustahilan mempertahankan tuntutan-tuntutan adil dengan cara-cara damai (Pengadilan Internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan sebagainya), kemungkinan dan harapan adanya keberhasilan, penghindaran semua kerugian yang tidak perlu terhadap pihak ketiga yang tidak bersalah. Jika kondisi-kondisi ini ada, kejahatan-kejahatan lain yang tidak dapat dihindarkan harus dibebankan pada pundak penyerang yang tidak adil dan bukan pada pihak yang membela diri.

Demi pembelaan terhadap kesejahteraan umum, penyerang perlu dibalas, karena pembunuhan yang tidak adil tidak diperkenankan. Kendati demikian, biarpun suatu perang merupakan perang yang adil namun gerakan perdamaian yang sehat dan bahkan pasifisme moderat pantas diberi tempat, karena perang itu, terlebih dengan pemakaian senjata-senjata modern, niscaya membawa penderitaan yang mengerikan dan kerusakan moral. Bentuk pasifisme ini dikerjakan dengan mengkomunikasikan kepada orang-orang lain keinginan sejati akan perdamaian dan keharusan agar bangsa-bangsa saling mengerti. Dan ini dijalankan tanpa menyangkal liseitas (boleh-tidaknya) perang bahkan dalam situasi sekarang. Pasifisme ekstrim ditolak, karena menyatakan imoralitas mutlak perang.

Advertisement