Advertisement

PERSEPSI

Inggris perception, dari Latin penipio, yang meliputi baik perolehan pengetahuan melalui pancaindra maupun dengan pikiran. Sejak tahap-tahap pertama filsafat hingga sekarang ini masalah persepsi mendapat perhatian.

Advertisement

1. Empedokles beranggapan bahwa persepsi terjadi berdasarkan kemiripan unsur-unsur di dalam diri kita dengan yang di luar, yang merupakan objek-objek yang kita persepsi.

2. Anaxagoras, sebaliknya, mengatakan bahwa kita mempersepsi kualitas-kualitas dunia yang diindra atau ditangkap dengan mengontraskan kualitas-kualitas di dalam yang mempersepsi.

3. Leukippos dan Demokritos mengedepankan suatu teori-citra tentang persepsi, yang pada abad ke-5 SM mengantisipasikan teori-representasi tentang persepsi dari Locke. Menurut pandangan ini citra hal-hal terus menghantam pancaindra kita,

 

dan kita mempersepsi berdasarkan citra-citra yang masuk k dalam kesadaran kita lewat pancaindra kita.

4. Aristoteles, yang ingin menggali kaitan antara pengindraai dan pemikiran, mengajukan pandangan bahwa dalam perseps pancaindra kita mengirim citra-citra, dan pikiran berpiki tentang forma (ide) dalam citra. Dalam abstraksi, bila dilakukan dengan tepat, kaitan itu lebih langsung. Dengan menyam pingkan data yang kontingen, pikiran mengabstraksi form; yang ada dalam citra-citra; idenya ialah bahwa forma yanj merupakan substansi dari hal-hal menjadi materi pemikiran Pandangan yang sama, bahwa kita mengabstraksi dari fantas ma, dominan sepanjang Abad Pertengahan.

5. Hobbes memandang persepsi sebagai materi yang bergerak dengan kembali kepada kerangka materialisme Yunani.

6. Descartes menekankan aspek intelektual persepsi. Perseps adalah perbuatan akalbudi, dan pengindraan tanpa akal bud sama sekali tak berbentuk.

7. John Locke, yang dipandang sebagai tokoh terdepan teori-re presentasi tentang persepsi (juga disebut Teori Kausal), berbi cara tentang pikiran sebagai tabula rasa (kertas putih bersih tempat pengalaman terekam. Ia juga menunjuk kepada dan closet (ceruk gelap) dari pikiran. Maksudnya ialah bahwa dan tulisan pada kertas putih itu, atau ide-ide yang masuk ke da lam ceruk gelap itu, kita sanggup membuat penyimpulai yang handal mengenai kodrat dunia. Penyimpulan seperti ini adalah mungkin karena ide-ide memasuki pikiran Allah disebabkan oleh hal-hal di dunia.

8. Leibniz mengatakan bahwa persepsi adalah suatu proses yanj berkelanjutan dalam manusia yang terjadi waktu tidur, dari menyediakan kebersambungan manusia. Ia berbicara tentanf petites perceptions (persepsi kecil) yang tiada hentinya terjadi pada manusia. Tetapi karena ia juga menyatakan balm monade-monade tidak berjendela, dan keteraturannya sudi! ditentukan oleh suatu harmoni yang sudah ada sebelumnya tidaklah jelas apakah persepsi dalam artinya yang biasa dapsi terjadi.

9. Kant mendefinisikan persepsi sebagai kesadaran yang diserta pengindraan yang menghubungkannya dengan skema Estetika Transendentalnya.

10. Mill, yang mendefinisikan materi sebagai “kemungkinan tetap pengindraan”, menyediakan contoh fenomenalisme. Di sini dualisme antara pengindran dan objek dikesampingkan.

11. Pada tahun-tahun awal abad ini, diskusi mengenai hakikat persepsi dimasukkan ke dalam diskusi tentang realisme. Realisme Naif memandang kualitas-kualitas yang kita alami dalam pengindraan sebagai hadir di dunia. Realisme Baru mengetengahkan keterkaitan objek-objek pengetahuan dengan dunia luar untuk melawaan kaum Idealis abad ke-19- Realisme Kritis mengedepankan triade interpretasi persepsi: benda, data indrawi, dan persepsi.

12. Istilah “data indrawi” diperkenalkan oleh Moore, dipakai oleh Russell dan Broad. Ketiga orang itu dapat dipandang sebagai pemeluk Teori Data Indrawi, artinya, kita mempersepsi data indrawi dan bukan benda-benda.

13. Lebih kemudian lagi para penentang Teori Data Indrawi mengedepankan bahwa data indrawi terlalu dibuat-buat, dan kita sungguh-sungguh mempersepsi benda-benda. Di antara pendukung pandangan ini adalah Ryle dan Austin.

14. Merleau-Ponty menyajikan analisis fenomenologis tentang persepsi. Dia berkesimpulan bahwa di antara unsur-unsur persepsi adalah relasi-relasi, atau bentuk relasional. Ini semua menjelaskan kemungkinan intersubjektivitas maupun menyediakan jembatan antara pengindraan dan ide-ide.

Advertisement